Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Posts tagged ‘I Wayan Koster’

KASUS SKANDAL SUAP KORUPSI WISMA ATLET

KASUS SKANDAL KORUPSI WISMA ATLET, KASUS SUAP WISMA ATLET, KASUS M. NAZARUDDIN DAN WISMA ATLET. Wafid Muharram, M. Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, Angelina Sondakh, I Wayan Koster, Oktarina dan Yulianis, Mirwan Amir

Wafid Muharram

wafid muharram Mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga nonaktif, Wafid Muharram adalah rantai pertama kasus korupsi suap Wisma Atlet. Ia telah lebih dahulu divonis 3 tahun penjara. Wafid terbukti menerima suap Rp 3,2 miliar terkait proyek wisma atlet.
Ketua Majelis Hakim, Marsuddin Nainggolan mengatakan bahwa Wafid Muharram telah terbukti secara sah dan meyakinkan. Selain itu Wafidjuga diharuskan membayar denda sebesar Rp 150 juta subsider 3 bulan. Walau demikian, hukuman ini sendiri jauh di bawah tuntutan jaksa yang menuntut Wafid selama 6 tahun penjara. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor telah menyatakannya bersalah menerima suap berupa tiga lembar cek senilai Rp3,29 miliar dari Manager Marketing PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris dan Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manullang.

Wafid Muharram kemudian menjadi saksi dalam sidang kasus suap wisma atlet dengan tersangka M Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/2). Dalam persidangan tersebut Wafid banyak memaparkan seputar pertemuan dengan Angelina Sondakh, Mahyuddin, serta proses tender terkait pembangunan wisma atlet di Palembang.

Angelina Sondakh dan I Wayan Koster

angelina sondakh

i wayan koster  Politikus Partai Demokarat, Angelina Sondakh, mengaku telah dicekal oleh Kemenkum HAM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan cekal atas Angelina Sondakh dan I Wayan Koster. Angel telah resmi dicekal atas permintaan KPK. Mereka terkait dalam kasus Wisma Atlet. Angelina Sondakh, pagi sebelumnya menolak berkomentar apa-apa dan tidak bersedia menemui wartawan.
"Bahwa jelas-jelas ini diskenariokan, Rosa biar berkata jujur bahwa dia selama ini tidak pernah bicara Wisma Atlet kepada saya, Ini sungguh skenario yang maha dahysat untuk ‘mengorbankan’ saya." ucap Kahfi (Divisi Komunikasi Partai Demokrat) menirukan Angie.
I Wayan Koster disebut juga menerima uang jutaan rupiah dari Nazaruddin terkait proyek Universitas, sedangkan Angie menerima uang dari Nazaruddin terkait proyek Wisma Atlet.

Sebelumnya, nama Angelina Sondakh (Angie) dan I Wayan Koster berkali-kali disebut dalam sidang Wisma Atlet dengan terdakwa M Nazaruddin. Bahkan M Nazaruddin sendiri menyebut bahwa Angelina Sondakh sangat layak dijerat sebagai tersangka. Berikut kutipan dari komentar Nazaruddin yang saya kutip dari Detik.com
"Saya sih begini, sebenarnya kalau KPK dari awal fair, yang tersangka itu bukan saya, tersangka dari awal waktu kasus ini meledak itu Angelina Sondakh," ujar Nazaruddin.

 

Anas Urbaningrum

anas urbaningrum Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum semakin dalam terseret dalam pusaran kasus suap pembangunan Wisma Atlet. Anas Urbaningrum tak henti-hentinya disebut sebagai rekan bisnis yang ikut menikmati uang hasil korupsi Wisma Atlet oleh Nazaruddin. Tudingan M. Nazaruddin kepada Anas Urbaningrum terus menerus menerus membuat citra Anas semakin buruk dan terperosok. Tetapi Anas Urbaningrum selalu membantah jika dirinya terlibat dalam kasus suap di Kemenpora itu. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terus menjadi sorotan publik karena dituding terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet. Anas juga diterpa isu pelengseran dirinya dari posisi ketua umum oleh internal PD. Anas sadar betul bahwa terjun di dunia politik itu sangat keras. Namun dengan bekal kesiapan lahir batin, dia siap menghadapi resiko tersebut. "Politik itu kadang keras. Karena kadang keras, kalau terjun ke politik memang harus siap lahir bathin," ujar Anas. Anas sama sekali tidak takut dengan semua badai yang siap menggulingkan dirinya. Anas sama sekali tidak takut, karena rumor seperti itu biasa terjadi juga di dalam politik. Bahkan Anas Urbaningrum mengatkan bahwa masalah hukum yang sedang mengikat M Nazaruddin harus diselesaikan juga secara hukum, terlalu banyak manipulasi hukum dan politik justru menimbulkan banyak kerugian bagi negara itu sendiri.

Partai Demokrat

logo-demokrat Partai Demokrat adalah tempat dimana M. Nazaruddin berorganisasi. Ia bertanggung jawab dalam aliran keuangan partai. Tetapi, saat kasus wisma atlet terungkap mereka memecat M Nazaruddin dan meminta Nazaruddin untuk mengembalikan uangnya tersebut ke kas negara. Ketua-ketua dari Partai Demokrat mungkin tidak pernah menyangka hantaman bertubi-tubi datang menerpa dan berawal dari kasus suap Wisma Atlet. Saan Mustopa, Wasekjen Partai Demokrat bahkan mengatakan bahwa kasus ini sangat mengganggu dan menyandera partai.

Berdasarkan survei LSI, 52,1 persen publik menganggap Nazaruddin menerima uang dalam kasus skandal Wisma Atlet. Begitu pula Anas Urbaningrum (39,4 persen), Andi Malarangeng (31,9 persen), Angelina Sondakh (37,2 persen) dan Mirwan Amir (28,3 persen) yang semuanya dituding ikut terlibat.
Saat ini, lanjut Barkah, dua dari pandawa lima telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka yaitu Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Sementara tiga lainnya tinggal menunggu waktu saja. Lima orang elit partai Demokrat ini dituding menjadi penyebab turunnya perolehan suara Demokrat hingga urutan ketiga setelah Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Hal tersebut disampaikan Peneliti Senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Barkah Patimahu, dalam konferensi pers hasil temuan dan analisis survei nasional di kantornya, Jakarta, Minggu, 5 Februari 2012.

Susilo Bambang Yudhoyono

susilo bambang yudhoyono Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan berani mengambil tindakan tegas terhadap kader-kader partainya yang bermasalah ataupun yang terkait kasus. Penyelamatan ini sangat tergantung dengan Susilo Bambang Yudhoyono, jika tidak Demokrat bukan hanya goyang, tetapi bisa roboh dan hancur.

SBY pada hari minggu tanggal 5/2/2012 mengatakan bahwa "Yang jadi tersangka pasti diberhentikan dari DPP, proses tengah berjalan. Jangankan tersangka, dengan kode etik kami berikan sanksi, masyarakat bisa ikuti ini untuk tegakkan prinsip moral di PD.

M. Nazaruddin

M-Nazaruddin Muhammad Nazaruddin merupakan seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Demokrat dengan Daerah Pemilihan Jawa Timur IV. Ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat pada tahun 2010 dan menjadi tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26. Nazaruddin meninggalkan Indonesia dan melarikan diri ke sejumlah negara sebelum akhirnya tertangkap di Cartagena de Indias, Kolombia.

Muhammad Nazaruddin adalah aktor utama dari kasus suap Wisma Atlet. Harta hasil korupsinya bukan hanya tersimpan di dalam negeri, tetapi juga diluar negeri seperti Singapura. M Nazaruddin  pintar menyembunyikan uangnya. Kala proyek-proyeknya mengalirkan keuntungan dia pun menaruh uangnya di Singapura. Menurut Yulianis, uang dari berbagai keuntungan proyek-proyek pemerintah itu tidak semata-mata Nazaruddin simpan, tetapi juga mengalir ke berbagai jenis investasi. Salah satunya dengan bermain saham. Menurut Yulianis, Nazaruddin sudah menyiapkan uang ratusan miliar rupiah untuk membeli saham Garuda.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

KPK adalah organisasi anti korupsi yang diharapkan dapat memecah benang kusut Wisma Atlet dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri harta kekayaan tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games.

Mindo Rosalina Manulang

Mindo Rosa Manulang Mindo Rosalina Manulang adalah staf Muhammad Nazaruddin, tetapi sebelumnya Nazaruddin menyangkal pernyataan itu dan mengatakan bahwa ia tidak mengenal Rosalina. Awal keterlibatan Rosa adalah pada tahun  2010 ia diminta Nazaruddin untuk bertemu dengan Wafid dan akan memberinya komisi jika berhasil mendapatkan proyek tersebut berhasil.

Mindo Rosalina Manulang adalah bagian penting dalam korupsi Wisma Atlet. Bukan itu saja, ia dan anak-anaknya mendapatkan ancaman pembunuhan apabila membeberkan semua perkara di pengadilan. Rosa bahkan harus mengenakan rompi anti peluru selama persidangan. Rosa juga dikawal oleh sejumlah  polisi tak berseragam yang  tersebar di beberapa titik ruang pengadilan. Di persidangan Rosa menyebut para petinggi Partai Demokrat dan politikus di Senayan ikut menerima uang dari proyek Wisma Atlet. Mereka yang disebut itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh (Komisi Olahraga DPR), Mirwan Amir (Wakil Ketua Banggar DPR), Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, serta adiknya, Rizal Mallarangeng. Politikus PDI-Perjuangan, I Wayan Koster.

Rosa menyebutkan M. Nazaruddin dan Anas Urbaningrum sebagai pemilik Grup Permai pada 2008.
Ia mengatakan Grup Permai telah mengeluarkan uang sebesar 20 milyar rupiah untuk proyek Hambalang dan Wisma Atlet Sea Games.
Rosa juga menyebutkan bahwa Anggota Dewan Angelina Sondakh meminta uang ke Rosa untuk mendapatkan dana untuk proyek Wisma Atlet yang juga untuk diberikan ke sejumlah anggota Banggar DPR-RI.

 

Yulianis dan Oktarina

yulianis oktarina Yulianis adalah mantan mantan wakil Direktur Keuangan PT. Permai Group Yulianis sebagai saksi kunci kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games.  Yulianis menjadi saksi dalam kasus yang membelit M Nazaruddin. Ia mengatakan jika harta mantan bosnya itu banyak tersimpan di Singapura. Menurut Yulianis, Nazaruddin mengirim uangnya ke Singapura banyak sekali.

Oktarina adalah mantan staf Permai Grup, ia mengakui bahwa mantan bosnya menyembunyikan banyak  uangnya di Singapura. Menurut Rina, Nazaruddin menyimpan uangnya di dua perusahaan yakni Ampi IT dan Talent Center. Menurut Oktarina, kedua perusahaan ini tidak ada kerjanya, hanya nama saja dan dikelola oleh orang Singapura. Pada akhir Mei 2011, Rina meninggalkan Singapura. Dia kabur dari Nazaruddin.

Keduanya mengaku jika mereka mendapatkan intimidasi dan tekanan. Oktarina adalah anak buah Yulianis di Permai Group mengaku pernah diintimidasi sekelompok preman dan adiknya juga ikut diteror. Kedua orang ini adalah saksi penting dalam kasus Nazarudiin karena keduanya memgang data transaksi yang dilakukan oleh Nazaruddin. "Banyak transaksinya, tapi saya tidak ingat nama-nama politisinya, datanya semua ada," terang Yulianis.

 

Mirwan Amir

mirwan amir Mirwan Amir tak henti-hentinya disebut  oleh M. Nazaruddin dan Mindo Rosalina Manulang, terdakwa kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games sebagai seseorang yang ikut berperan besar dalam kasus suap wisma atlet. Nama dan keterlibatan Mirwan memang beberapa kali disebut dalam kasus ini oleh terdakwa dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Atas tuduhan ini, Mirwan sudah berkali-kali membantah. Mindo Rosalina Manulang dalam kesaksiannya menyebut Ketua Banggar DPR-RI Mirwan Amir sebagai "Big Boss" dalam kasus suap dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.848 pengikut lainnya.