Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Posts from the ‘Travel’ Category

TERDAMPAR LAGI DI SEMARANG

    Foto1139Siapa bilang naik Garuda Indonesia terbebas dari delay? Buktinya sore ini aku terdampar di Semarang, Jawa Tengah di Bandara A. Yani selama 1,5 jam. Seakan mengulangi cerita lamaku yang terdampar di Makassar, sekarang aku terdampar sekali lagi di Jawa Tengah. Padahal aku sudah berusaha untuk tidak mengulangi nasib burukku bersama Lion Air. Karena alasan itulah aku memilih maskapai terbesar di Indonesia, Garuda Indonesia yang terkenal ontime dan pelayanannya yang sangat baik. Read more

TERDAMPAR DI BANDARA UJUNGPANDANG

Hari ini menjadi hari yang mengenaskan. Bangun pagi-pagi sedari Subuh waktu Makassar dan pergi berangkat menuju Bandara dengan printout pemesanan tiket Lion Air yang saya beli melalui Travel Agen Musita Rivai Palembang. Jadwal ini sebenarnya telah saya rancang sejak 20 hari sebelumnya, yaitu berangkat dari Makassar pada pukul 08.05 WITA, tiba di Jakarta pukul 09.05 WIB , lanjut lagi dari Jakarta pukul 11.30 WIB dan tiba di Palembang pukul 12.30 WIB dan selesailah perjalanan saya pada hari itu. Foto1106 Sekedar memberi tahu, tujuan saya ke Makassar adalah untuk mengikuti Muktamar IDI ke-28.

Saya akhirnya sampai di bandara pukul 05,30 WITA alias 04.30 WIB. Segera check-in, saat check-in alhamdulillah petugas  Lion Air berkata: “Maaf pak, data bapak di tempat kami tidak ada, tampaknya pemesanannya dibatalkan karena tidak ada pembayaran.”

Saya: “Loh, kok bisa bu, saya sendiri sudah melakukan pembayaran kok lewat travel agen kami, dan sudah saya bayar lunas.”

Petugas Lion: “Coba bapak ke bagian tiketing, disebelah sana pak.” Sambil menunjuk blok kaca disamping gedung.

Saya pun segera menghampiri petugas tiket, dan sekali lagi saya tunjukkan printout pemesanan tiketnya.

Petugas Tiket Lion: “Maaf bapak, tapi memang nama bapak memang tidak ada dalam nama-nama penumpang Lion Air pukul 08.05 ini.”

Saya: “Wah, coba cek yang dari Jakarta Ke Palembangnya, ada nggak nama saya.”

Petugas Tiket Lion: “Iya pak, benar tidak ada.”

 

Nah, segera dimulailah segala kegelisahan saya, saat itu nomor yang saya punya hanyalah nomer telpon dengan kode 0711 **** alias telpon rumah bukan ponsel. Walhasil, saat saya telpon Travel Agen Musita Rivai Palembang pada pukul 06.00 WITA, disana masih pukul 05.00 WIB, pastinya masih tutup.

 

Ada dua pilihan yang ada di depan saya:

  • Pertama: Tetap pulang pada hari ini, dengan pesawat jam berapapun juga, urusan dengan Travel akan saya selesai sepulang dari sini.
  • Kedua: Menunggu hingga Musita Travel bisa ditelpon, itu artinya Musita baru bisa ditelpon sekitar pukul 10.30 WITA, dan konsekuensi, tiket hari ini bisa kehabisan duluan, akibatnya bisa jadi perjalanan saya terpaksa ditunda hingga besok

 

Setelah berunding dengan istri, akhirnya kami sepakat untuk memilih opsi pertama, kami segera membeli tiket, dan tiket yang kami dapat adalah: Dari Makassar- Jakarta sore hari pukul 14.30, dan dari Jakarta- Palembang, malam harinya pukul 19.50 WIB.

Jadilah kami terkatung-katung di Bandara dari pukul enam pagi hingga pukul setengah tiga siang. Untungnya lagi, pihak travel agennya berhasil saya hubungi, dan mereka meminta maaf karena kesalahan ada pada mereka yang lalai dalam membayarkan uang kami. Untungnya mereka bersedia mengganti seluruh biaya yang saya keluarkan untuk membeli tiket baru yang lebih mahal tersebut termasuk uang makan saya dan istri saya. Namun, kejadian tidak selesai sampai disitu, sesampainya di Bandara Soetta, ternyata pesawat Lion Air delay lebih dari satu jam, pada saat saya menulis tulisan ini, kami masih terduduk di ruang tunggu B3 Soetta pukul 20.30 WIB.

Sebenarnya, masalah biaya seperti penggantian tiket dan makan bukanlah sesuatu yang terlalu saya pikirkan karena kehilangan uang bisa diganti dengan uang. Namun, selain rugi uang, saya juga rugi waktu. Rugi waktu ini yang tidak bisa diganti kerugiannya. Mengapa? Karena saya telah kehilangan waktu selama 12 jam! Dan efek sistemiknya, saya harus kehilangan beberapa jam berikutnya karena harus beristirahat.

Setidaknya, hal ini menjadi pelajaran bagi saya dan saya harap teman semua tidak mengalami nasib yang sama.

  1. Belilah tiket pesawat sendiri, secara online ataupun langsung ke pusat tiket maskapai penerbangan yang kita pilih.
  2. Jangan mendaftarkan penerbangan melalui travel agen/ tour, karena nasib anda bisa seperti saya, namun jika ingin tetap melalui travel tour, rajin-rajinlah menelpon mereka menanyakan jadwal penerbangan dan pembayaran ke maskapai penerbangan.
  3. Periksa selalu kode booking penerbangan anda melalui website maskapai penerbangan yang terkait, untuk memastikan apakah nama kita telah termasuk ke dalam daftar penumpang jam tersebut.
  4. Banyak-banyak berdoa.

PUTRAJAYA MALAYSIA, YANG MEMBUAT IRI INDONESIA

PUTRAJAYA MALAYSIA membuat para pelancong dari Indonesia menjadi terpukau sekaligus iri dan sedih bercampur jadi satu.

Hal ini bermula saat saya melancong, ke Malaysia, saat itu travel guide kami tidak mengajak kami ke menara kembar petronas, malah mengajak kami ke kawasan pemerintahan Malaysia, kami pun segera berkomentar:

DSCN9853ngapain ke pusat pemerintahan, mending ke twin tower sajalah.”

(Nb: Maklum saja, yang kita tahu hanyalah menara kembar, saat teman kita kembali dari Malaysia, pasti oleh-olehnya si Menara Kembar)

“Iya, ngapain ke kantor-kantor kayak gitu, kayak gak ada tempat lain saja di sini.”

Keesokan harinya, kami benar-benar tidak pergi ke menara kembar, kami hanya melihat dari jauh dan menunjuk-nunjuk saja ke arah menara itu.

“Yahh.. kita nggak kesana yahh.. waduh.. jadi kemana kita? benar mau ke pusat pemerintahan? Ntar macet lagi.”

Setiba kami di sana, kami dibuat takjub seketika. Ternyata tempat yang kami kunjungi yang bernama Putrajaya ini dibangun dengan sangat cantik, modern dan futuristik. Ada Kompleks Pemerintahan Putrajaya, Putrajaya International Convention Centre dan Masjid Biru yang terkenal. Saat itu, kompleks pemerintahan ini sudah selesai, lengkap dengan danau buatan yang unik bentuknya, berkelok-kelok mirip sungai, dan menjangkau hampir seluruh wilayah di Putrajaya.

Hal yang menjadi daya tarik pula adalah beberapa bangunan dapat dikunjungi turis termasuk rumah dinas Perdana Menteri Malaysia. Di Putrajaya juga terdapat 12 taman, 10 di antaranya sudah bisa dikunjungi. Daya tarik utama adalah danau buatan seluas 650 hektar. Turis pun bisa berkeliling Putrajaya melalui danau. Tur cruise atau kapal, tersedia dalam kapal kecil dan kapal besar, dan melewati beberapa jembatan ikonik di Putrajaya.Sebagian besar lampu telah menggunakan lampu hemat energi dengan penggunaan panel-panel tenaga surya.

putrajaye Putrajaya berada dekat dengan Kuala Lumpur, ibu kota negara Malaysia dan menjadi “rumah” bagi kantor-kantor pemerintahan. Kawasan ini memang dikembangkan untuk menjadi daerah kantor-kantor pemerintahan. Walaupun begitu pihak Kementerian Pariwisata setempat dengan apik menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara. Konsep yang mereka tetaskan disini adalah tiga macam konsep yaitu; manusia-manusia, manusia-alam, manusia-tuhan.

“Di Putrajaya ada 1.000 gedung, tetapi tidak ada yang sama. Masing-masing memiliki arsitektur yang unik,” tutur Nov Azhar dari Perbadanan Putrajaya, pada saat ajang Malaysia Tourism Hunt 2012, di Putrajaya, Malaysia, Rabu (19/9/2012) malam.

Apa beda Putrajaya dan Kuala Lumpur? Kuala Lumpur sisi maskulin, dan kota tua. Sementara Putrajaya kota feminim dan kota baru, kota masa depannya Malaysia yang akan menjadi kiblat bagi negara-negara lain yang ingin melakukan MICE (meeting, incentive, convention, event). Beberapa event internasional maupun pertemuan tingkat internasional diselenggarakan di Putrajaya.

Putrajaya hanya berjarak tak sampai satu jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur. Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan dapat menyewa mobil maupun menggunakan shuttle bus. Sementara untuk berkeliling di Putrajaya bisa pula dengan sepeda yang disediakan di Dataran Putra, tepat di depan kantor Perdana Menteri Malaysia.

YANG MEMBUAT IRI

Saat Indonesia masih terus-terusan berpikir buat monorel atau tidak, Malaysia & Thailand memutuskan membangun monorel tanpa perlu memikirkannya. Saat Indonesia berpikir untuk memindahkan Ibukota pemerintahan, Malaysia sudah memindahkan ibukota pemerintahan mereka terlebih dahulu.

Malaysia baru merdeka pada 31 Agustus 1957, atau 12 tahun setelah Indonesia. Namun, pembangunan dan perekonomian di Malaysia berkembang sangat pesat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.

masjid merah Dahulu, Kuala Lumpur juga mengalami masalah dalam mengatasi kemacetan. Sejumlah strategi dikembangkan untuk mengatasi kemacetan yang ada di Kuala Lumpur termasuk monorel. Solusi akhir yang mereka ambil adalah dengan daerah Putrajaya. Jarak Putrajaya ke Kuala Lumpur sekitar 22 kilometer. Kawasan Putrajaya berdiri di wilayah Kerajaan Selangor. Pemerintah membeli lahan ini dari Selangor seluas 4.931 hektar.  Memindahkan ibu kota pemerintah dari Kuala Lumpur ke Putrajaya adalah sebuah langkah berani. Putrajaya adalah sebuah kawasan pusat pemerintah di mana bangunan Kantor Perdana Menteri dan seluruh kementerian berada dalam satu kawasan terpadu. Dengan memindahkan pusat pemerintahan ke Putrajaya, tentu saja membuat konsentrasi kemacetan terurai dan Kuala Lumpur tidak disibukkan oleh urusan administrasi. Sebaliknya, wilayah itu fokus pada pusat bisnis dan wisata.

Di samping itu, Pemerintah Malaysia membangun transportasi kereta api dan bus secara terintegrasi. Untuk transportasi kereta api ada berbagai jenis, Kereta Tanah Melayu (KTM) yang berbentuk komuter kereta listrik yang bisa mengangkut ribuan penumpang setiap harinya. Juga ada LRT, kereta api yang berjalan sesuai dengan program komputer tanpa pengemudi. Selain itu, ada juga starline dan Kereta Ekspress ke Kuala Lumpur International Airporth (KLIA).

Untuk transportasi bermotor, pemerintah menyediakan bus yang dinamakan Rapid KL yang terintegrasi dengan kereta api dalam setiap terminalnya. Untuk menyatukan semua sistem, pemerintah membangun pusat terpadu yang dinamakan Kuala Lumpur Sentral (KL Sentral) yang menjadi terminal pusat pertemuan semua jenis transportasi.

Dan untuk mengurai kemacetan, Pe merintah Malaysia juga membangun jembatan layang dan jalan tol yang dapat membebaskan kemacetan. Pada 2010, Pemerintah Malaysia berhasil membangun jalan bawah tanah yang bisa digunakan multifungsi sebagai jalan bebas hambatan sekaligus pengendali banjir. Jalan ini dikenal dengan “smart way“.

pemimpin dan pemikir Indonesia tampaknya perlu banyak belajar ke Malaysia, jangan malu dong, banyak kok saudara tua yang rejekinya kalah sama yang lebih muda.

DELIVERY KFC PIZZA HUT McDonalds PALEMBANG

PIZZA-HUT-INDONESIA Pizza Hut. Kalian bisa menemukan Pizza Hut di dua tempat. Pertama di Palembang Indah Mall (PIM) dan kedua disebelah Rumah Sakit Mohammad Hoesin. Mereka punya delivery service, jadi cukup telpon saja dan mereka akan mengirimkan pesananmu ke hotel.

Pizza Hut Sudirman
Sudirman Street No. 29
Phone: 0711-379036

Pizza Hut PIM
Palembang Indah Mall
Phone: 0711-7623090

 

Kentucky Fried Chicken

KFC di Palembang ada di lima cabang

1. KFC Palembang Trade Center (PTC)

Jalan R.Sukamto No.8A,
Phone (+62 711) 382155

2. KFC – International Plaza (IP),

Jalan Jendral Sudirman No 147,
Phone (+62 711) 361232

3. KFC – Ramayana

Kompleks Ilir Permai,
Phone (+62 711) 366292 (Delivery Services)

4. KFC – Royal Asia,

Jalan Veteran No. 521,
Phone (+62 711) 361724

KFC – Palembang Square (PS),
Phone (+62 711) 358299

 

McDonalds

Mc Donalds ada di Jalan Jendral Sudirman Street di dekat Rumah Sakit Charitas yang juga menyediakan delivery service.

Jalan Jendral Sudirman No 149

Phone: (0711) 14-045

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.094 pengikut lainnya.