Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

PENAWARAN, KURVA PENAWARAN, DAN HUKUM PENAWARAN

penawaranhukumpenawaran_thumb.jpg

penawaran hukum penawaran Apakah yang dimaksud dengan penawaran? Dari pembicaraan kita mengenai permintaan, tampaklah bahwa permintaan merupakan kegiatan ekonomi yang dilihat dari sudut konsumen/pembeli. Pembicaraan mengenai penawaran ditinjau kutub lainnya, yaitu dilihat dari sudut produsen/penjual.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen, pihak produsen menyediakan barang dan jasa. Barang dan jasa hasil dari produksi ini akan dijual kepada konsumen di pasar menurut tingkat dan harga tertentu. Harga yang ditawarkan beragam sesuai dengan situasi yang mempengaruhinya.

Dari sudut pandang produsen, jumlah barang akan dijual pada umumnya searah dengan harga barang tersebut, artinya semakin tinggi harga suatu barang, tentu saja semakin banyak barang yang akan dijual oleh produsen. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang, maka jumlah barang yang akan dijual produsen akan semakin sedikit.

Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penawaran (supply) adalah jumlah barang atau jasa yang akan dijual (ditawarkan) pada tingkat harga dan situasi tertentu.

Setelah mengetahui definisi penawaran, sekarang akan kita bahas kurva penawan dan hukum penawaran.

Kurva Penawaran

Penjual (produsen) biasanya ingin menjual barang atau jasa yang diproduksinya dengan harga yang tinggi, walaupun dengan resiko barang yang terjual sedikit. Untuk menjual pada tingkat harga yang diinginkan, seorang penjual harus mempunyai pengamatan yang cermat terhadap perilaku pasae. Penjual buah-buahan misalnya, ingin menjual dengan harga yang cukup tinggi di pasar. Sayangnya keinginan tersebut bertepatan dengan musim panen raya. Akibatnya di pasar akan berkerumun penjual buah-buahan sehingga harga buah-buahan akan jatuh. Sebaliknya, apabila sedang tidak musim panen raya, oleh karena itu konsumen sulit mendapatkan buah-buahan segar maka penjual dapat memenuhi dengan keingginanny untuk menjual dengan harga cukup tinggi.

Marilah kita beralih kepada contoh lain! Pada hari-hari biasa penjual pakaian anak-anak meraih keuntungan biasa-biasa saja. Pembelinya tidak banyak, lagi pula harga pakaian pun pada tingkat yang normal. Namun apabila menjelang tahun baru atau hari raya Idul Fitri, pembeli menjadi sangat banyak. Dalam situasi seperti ini harga cenderung naik. Penjual berusaha menjual dalam jumlaah yang sebanyak-banyaknya.

Kedua contoh di atas memperlihatkan kecendrungan penjual menawarkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya pada saat harga sedang tinggi. Sekarang marilah kita terjemahkan asumsi tersebut ke dalam kurva penawaran. Adapun kasus konkret yang kita pakai adalah data penawaran gula dari badan Urusan Logistik (BULOG) yang merupakan lembaga yang ditetapkan pemerintah untuk menyalurkan sembilan bahan kebutuhan pokok (SEMBAKO), di mana gula adalah satu di antaranya.

Hukum Penawaran

Implikasi kita mengenai kurva penawaran membawa kita kepada hukum penawaran. Seperti halnya pada hukum permintaan, dalam hukum penawaran juga berlaku kepada ceteris paribus. Telah ketahui bahwa semakin rendah harga maka penawaran akan semakin sedikit jumlah yang ditawarkan, dan sebaliknya semakin tinggi harga barang maka jumlah yang ditawarkan akan semakin banyak.

Hukum Penawaran

Jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat apabila harga naik, dan akan berkurang jika harga turun, atau perubahan penawaran berbanding harus dengan perubahan harga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hukum penawaran diantaranya adalah sebagai berikut:

Pada harga barang atau jasa rendah, ternyata hanya produsen yang efisien saja yang mampu menjual. Produsen seperti ini mampu menghemat biaya produksi. Akibatnya, harga pokok barang dan jasa hasil produksi rendah sehingga harga jual pun dapt ditekan.

Pada harga tinggi, produsen yang kurang efisien pun dapat menjual hasil produksinya dengan laba yang diinginkan walaupun jumlah yang terjual tidak seperti yang diharapkan. Akibatnya akan timbul sekian banyak hasil produksi yang ditawarkan kepada konsumen.

Bagi penjual, semakin tinggi harga, semakin banyak keuntungan yang mereka terima, terlebih jika kuantitas yang dijual semakin banyak.

Baca Juga

harga keseimbangan.psd penawaran hukum penawaran.psd permintaan hukum permintaan.psd stock_chart_green.jpg faktor yang mempengaruhi harga keseimbangan.psd

Tentang iklan-iklan ini
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.672 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: