Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

PERMINTAAN, KURVA PERMINTAAN, DAN HUKUM PERMINTAAN

permintaanhukumpermintaan_thumb.jpg

Apakah yang dimaksud dengan permintaan? Untuk memahami arti permintaan, perlu kita ketahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen. Faktor pertama adalah barang dan jasa. Kebutuhan konsumen pada dasarnya merupakan permintaan akan barang dan jasa tertentu. Faktor kedua adalah harga. Jumlah permintaan dipengaruhi oleh naik-turunnya harga suatu barang atau jasa. Apabila harga barang atau jasa naik, maka permintaan atas barang/jasa tersebut akan berkurang (turun), dan sebaliknya apabila harga barang atau jasa tersebut turun, maka permintaan atas barang dan jasa tersebut akan bertambah (naik).

permintaan hukum permintaanHubungan antara harga (price) dengan permintaan (demand) adalah hubungan yang berbanding terbalik, artinya jika harga naik maka permintaan akan turun begitu juga sebaliknya.

Faktor ketiga adalah situasi. Dalam situsai tertentu, misalnya untuk perayaan hari raya tertentu atau pada saat persediaan barang menipis, konsumen bersedia membeli barang atau jasa tertentu dengan harga yang mahal.

Jadi permintaan (demand) adalah jumlah barang atau jasa tertentu yang diminta oleh konsumen pada tingkat harga tertentu dan pada situasi tertentu.

Ada 3 jenis permintaan, yaitu:

  • Permintaan efektif, pemerintah dari konsumen atau pembeli yang disertai oleh kemampuan membayar. Permintaan dikatakan efektif apabila ada tiga unsur yaitu: pembeli butuh, maupun, dan mau membayar harganya. Permintaan efektif akan mendorong kehidupan ekonomi sehingga akan memegang peranan yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi.
  • Permintaan potensial, Permintaan yang dimiliki kemampuan untuk membeli tetapi belum melaksanakan pembelian tersebu.
  • Permintaan absurd, Permintaan yang tidak berdaya belum atau permintaan yang tidak disertai kemampuan membayar harganya.

Mengapa kurva permintaan memiliki kemiringan negatif? Jawaban sebagai berikut:

Pada harga yang tinggi banyak pembeli yang tidak mampu membeli, atau mungkin cenderung mencari barang substitusi dengan harga terjangkau. Sebaliknya pada harga yang rendah pembeli mampu membeli barang atau jasa tersebut.

Bagi pembeli perorangan kenaikan harga akan memperkecil daya beli pembeli atau akaan mengurangi anggaran untuk alat pemuas kebutuhan yang lain (dengan catatan pendapatan tetap). Hal inilah yang memberi dorongan bagi pembeli yang kurang mampu untuk mengambil keputusan lebih baik tidak membeli ketika membeli barang atau jasa sedang tinggi-tingginya.

Adanya barang substitusi yang harganya jauh lebih rendah akan menarik, apabila harga barang atau jasa semula diinginkaan menjadi semakin tinggi. Akibatnya pembeli akan beralih dari barang atau jasa yang telah bisa dikonsumsi ke barang atau jasa substitusi.

Kurva permintaan dapat dianalisis lebih lanjut untuk mendapatkan norma atau hukum yang umum berlaku hanya dalam keadaan di mana hal-hal lainnya yang mempengaruhi besarnya jumlah permintaan dianggap tidak berubah atau konstan. Keadaan ini di dalam ilmu ekonomi disebut dengan istiah ceteris paribus.

Hukum Permintaan: Jumlah barang atau jasa yang diminta akan bertambah jika turun dan akan berkurang jika harga naik pada periode tertentu.

Hukum permintaan terutama dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa orang harus memenuhi kebutuhan sebatas anggaran atau pendapatan tertentu yang dimilikinya. Muncul masalah mengapa manusia harus memenuhi berbagai kebutuhan memiliki nilai guna (utilitas) masing-masing hingga orang akan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan menyamakan nilai guna marjinal atau utilitas marjinal (marginal utility, MU) dari benda pemuas kebutuhan yang dikonsumsi.

Contoh yang cukup jelas antara lain kebutuhan akan beras dan ikan. Seseorang akan merasa puas apabila dapat mengkonsumsi kedua barang tersebut. Akibatnya ia akan berusaha menghubungkan utilitas marjinal ikan dan beras berdasarkan harga masing-masing. Selama perbandingan antara MU beras dan harga beras (MUb/Pb) masih lebih besar daripada perbandingan antara MU ikan dan harga ikan (MUi /Pi) maka ia akan cenderung membeli beras lebih banyak lagi.

Akan tetapi, setiap tambahan konsumsi beras akan mengurangi MUb berikutnya. Demikian seterusnya. Tindakan mengkonsumsi beras lebih banyak akaan berhenti apabila perbandingan antara MU dan harga telah sama untuk kedua barang tersebut.

Di atas telah disingung bahwa hukum permintaan berlaku hanya dalam keadaan di mana hal-hal lain yang juga mempengaruhi besarnya jumlah permintaan dianggap tidak berubah atau konstan. Hal-hal yang dianggap konstan itu adalah penghasilan konsumen, selera konsumen, harga barang-barang yang berhubungan dengan barang tersebut, juga barang substitusi atau barang pengganti dari barang yang hendak dibeli konsumen.

Baca Juga

harga keseimbangan.psd penawaran hukum penawaran.psd permintaan hukum permintaan.psd stock_chart_green.jpg faktor yang mempengaruhi harga keseimbangan.psd

Tentang iklan-iklan ini
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.720 pengikut lainnya.