Skip to content
About these ads

KEINGINAN DAN KEPUASAN MANUSIA

keinginan dan kepuasan manusia

Untuk menjaga keberlangsungan hidupnya, manusia harus memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Apakah yang menjadi kebutuhan manusia itu? Kebutuhan manusia yang paling utama yaitu makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Akan tetapi, kebutuhan manusia nyatanya tidak hanya sebatas ketiga hal tersebut. Ia membutuhkan lebih dari sekedar sandang, pangan, dan papan. Perhatikanlah sekitar kita dan akan kita lihat bagaimana saat ini semakin banyak orang yang membutuhkan berbagai peralatan, kendaraan bermotor, kebutuhan pendidikan tinggi, rekreasi, dan lain sebagainya. Bila kita ingat lagi pembahasan di bab pertama, semua kebutuhan manusia yang semakin beragam saat ini sebetulnya diawali dengan jenis kebutuhan sederhana yang pada masa ini sangat mudah diperoleh. Sebagai Homo Economicus, keinginan manusia tidak terbatas, dan keinginan inilah yang mewujud menjadi kebutuhan manusia menjadi tidak terbatas pula. Sifat ketidakpuasan yang menjadi dasar manusia membuatnya selalu menginginkan berbagai keperluan bagi hidupnya supaya lebih makmur senantiasa, padahal mungkin saja apa yang ia inginkan itu tidaklah sepenting apa yang ia butuhkan. Di sinilah kita mengenal perbedaan kata keinginan (wants) dan kebutuhan (needs).

Namun, hal yang harus disadari oleh manusia ialah apabila seluruh kebutuhannya harus dipenuhi, maka harus disediakan barang dan jasa yang tidak terbatas pula. Hal ini terjadi mungkin apabila tersedia sumber daya yang tidak terbatas. Sayangnya, sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia yang juga disebut faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan) jumlahnya terbatas (limited in supply)! Dan inilah yang membawa kita pada intisari masalah ilmu ekonomi.

Kini kita dapat menarik definisi dari ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi ialah ilmu yang memperlajari cara-cara yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak terbatas itu dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.

Sumber daya yang terbatas itu disebut pula dengan faktor-faktor produksi yang terdiri dari: tanah (land), tenaga kerja (labour), modal (capital), dan kewirausahaan (enterprise). Termasuk kedalam tanah adalah segala bahan baku di bawah tanah, laut, dan sungai, juga segala yang ada pada permukaan tanah, dan yang tumbuh dari tanah. Tenaga kerja adalah kerja keras manusia yang diupayakan oleh angkatan kerja. Modal adalah mesin-mesin, pabrik, dan gedung-gedung yang dipergunakan untuk menghasilkan output. Kewirausahaan adalah faktor keorganisasian yang dimiliki oleh para wirausahawan yang berani mengambil resiko untuk menjalankan usaha.

Semua faktor produksi ini terbatas jumlahnya, dan keterbatasan faktor-faktor produksi ini dinamakan dengan kelangkaan (scarcity). Apabila kelangkaan terjadi, maka penemuhan barang-barang dan jasa menjadi terbatas, yang berarti tidak semua permintaan yang tidak terbatas itu dapat dipenuhi. Keadaan inilah yang menciptakan masalah ekonomi (the economic problem). Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah kita dapat mengatasi masalah ekonomi ini?

Jika kelangkaan sumber daya, berarti tidak semua permintaan yang tidak terbatas terpenuhi, maka manusia harus menentukan pilihannya. Pilihan (choices) yang dibuat manusia ini merupakan keputusan ekonomi yang harus ia ambil guna memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas sebagai akibat dari adanya sumber daya yang terbatas.

Dalam memilih setiap keputusan ekonomi, maka manusia harus membuat sebuah daftar pilihan (skala prioritas) untuk menentukan mana yang ia hendak ia putuskan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya sebagai pilihan ekonominya. Hal ini tentu memudahkan manusia untuk mengatasi masalah ekonomi yang ia hadapi. Namun demikian, setiap kali memutuskan sebuah pilihan ekonomi, berarti ia harus mengorbankan sebuah pilihan ekonomi lainnya untuk tidak terpilih. Para ahli ekonomi menyebut pengorbanan seperti itu sebagai biaya kesempatan atau biaya oportunitas (opportunity cost).

Baca Juga:

manusia sebagai makhluk kompleks.psd kebutuhan manusia.psd keinginan dan kepuasan manusia.psd manusia dan kemakmuran.psd manusia sebagai makhluk ekonomi.psd

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.550 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: