Skip to content
About these ads

TEKNIK MEMBACA MENULIS NOVEL

menulisnovel_thumb.jpg

membaca novel, teknik membaca novel, menulis novel, teknik menulis novel.

Novel adalah karya sastra yang dibangun dari dua unsur, yaitu segi intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang turut membangun cerita. Kepaduan antar unsur intrinsik inilah yang membuat sebuah novel terwujud. Unsur-unsur intrinsik sebuah novel diantaranya adalah tema, penokohan, latar, alur, dan sudut pandang.

menulis novel Tema adalah gagasan yang mendasari sebuah karya sastra. Dalam novel, tema didukung oleh pelukisan latar atau tingkah laku dari sifat tokoh. Untuk menentukan tema novel, pembaca atau pendengar haruslah menyimpulkan keseluruhan isi cerita. Tidak hanya bagian-bagian tertentu cerita saja. Ada berbagai tema yang terkandung dalam novel Indonesia yang ada pada umumnya berhubungan dengan masalah kehidupan manusia, misalnya masalah percintaan menjadi tema dalam novel Azab dan Sengsara, Siti Nurbaya, dan pada Sebuah Kapal. Masalah religius diangkat menjadi tema novel Robohnya Surau Kami dan Kemarau

Penokohan adalah lukisan gambaran yang jelas tentang seorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Tokoh dalam novel berperan sebagi pribadi yang utuh, lengkap dengan keadaan lahiriah, dan batiniah. Oleh kerena itu, tokoh dalam karya sastra novel mempunyai sifat tertentu, ada tokoh yang mempunyai sifat pemarah, pemalu, penyabar, rajin, dan sebagainya. Dalam karyanya, pengarang dapat menampilkan sifat atau karakter tokoh melalui berbagai cara seperti berikut.

  1. Pengambaran bentuk lahir tokoh. Pengarang menggambarkan karakter tokoh dari segi lahiriah yang meliputi bentuk tubuh, tingkah laku, cara berpakaian, serta apa yang dikenakan atau apa yang dibawa.
  2. Penggambara jalan pikiran tokoh atau yang terlintas dalam pikirannya. Pengarang mengambarkan karakter tokoh melalui jalan pikiran atau perasaan tokoh tersebut.
  3. Penggambaran reaksi tokoh terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Penggambaran ini merupakan paparan tentang cara tokoh menanggapi suatu masalah atau peristiwa yang terjadi.
  4. Penggambaran keadaan sekitar tokoh. Penggambaran ini merupakan paparan tentang lingkungan atau tokoh lain yang sangat berhubungan erat dengan tokoh

Dilihat dari watak dan karakternya, tokoh dapat dibedakan seperti berikut ini.

  1. Tokoh antagonis. Tokoh antagonis yaitu tokoh yang menimbulkan konflik atau masalah dalam cerita. Biasanya tokoh antagonis mempunyai watak dan perilaku jahat.
  2. Tokoh protagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang mempunyai watak baik, benar, dan tidak jahat.

Dilihat dari kepentingan pengarang dalam menampilkan tokoh dalam karya sastra, tokoh dibedakan sebagai berikut.

  1. Tokoh utama adalah tokoh yang mempunyai peranan sangat penting dalam sebuah cerita. Tokoh ini selalu hadir dalam setiap peristiwa.
  2. Tokoh pembantu adalah tokoh yang membantu tokoh utama dalam sebuah karya sastra.

Latar atau setting adalah keterangan, petunjuk, dan pengacauan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya sastra. Ada tiga jenis latar dalam karya sastra novel yaitu latar tempat, waktu, dan suasana.

Selain tema, penokohan, dan latar, alur juga merupakan salah satu pembangun karya sastra novel.

Alur adalah keseluruhan jalinan peristiwa yang membentuk satu kesatuan yang disebut cerita. Ada tiga jenis alur dalam karya sastra novel.

  1. Alur maju. Bagian alur yang disajikan secara berurutan dari tahap perkenalan atau pengantar, dilanjutkan tahap penampilan masalah, dan diakhiri dengan tahap peenyelesaian.
  2. Alur mundur. Alur disusun dengan mendahulukan tahap penyelesaian dan disusul dengan tahap-tahap yang lain.
  3. Alur gabungan. Alur ini merupakan perpaduan antara alur maju dan mundur. Susunan penyajian urutan peristiwa diawali dengan puncak ketegangan, lalu dilanjutkan perkenalan, dan diakhiri dengan penyelesaian.

Sudut pandang adalah cara pengarang mengungkapkan cerita. Sudut pandang pengarang terbagi atas berikut ini.

  1. Sudut pandang orang pertama pelaku utama. Pengarang menggunakan pelaku utama sebagai orang pertama. Dalam sudut pandang tersebut pengarang menggunakan kata ganti pertama, misalnya aku atau saya.
  2. Sudut pandang orang ketiga. Pengarang menggunakan pelaku utama sebagai orang ketiga. Dalam sudut pandang tersebut pengarang menggunakan kat ganti orang ketiga, misalnya dia, ia, atau nama orang.
  3. Sudut pandang serbatahu. Dalam hal ini pengarang seolah-olah tahu banyak pengarang dapat mengemukakan segala tingkah laku atau tindak-tanduk tokoh untuk tokoh utamanya.

    Baca Juga:

    teknik menulis membaa novel menemukan ide pokok menyusun laporan fakta dan opini MENULIS CERPEN teknik menulis cerpen menulis resensi buku

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.636 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: