Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

TEKNIK MENULIS CERPEN

shortstories1_thumb3.jpg

TEKNIK MEMBACA CERPEN. Meliputi unsur-unsur cerpen, Tema dari Cerpen, penokohan dan konflik cerpen. Unsur-unsur intrinsik cerpen meliputi tema, amanat, alur, penokohan, latar, dan konflik.

1. Tema

short-stories1_thumb[3] Tema merupakan inti sari, ide pokok atau dasar cerita. Dengan kata lain, tema adalah gagasan pokok pengarang yang mendasari penyusun cerita sekaligus menjadi sasaran cerita itu.

Tema dapat berupa persoalan moral, etika, agama, sosial budaya, atau tradisi. Tema dapat dituangkan melalui berbagai cara, misalnya melalui dialog tokoh-tokohnya, konflik-konflik yang dibangun, atau melalui komentar secara tidak langsung.

2. Amanat

Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam sebuah cerita. Pesan dalam sebuah cerita mencerminkan pandangan hidup pengarang. Sebuah

cerita mengandung penerapan pesan dari pengarang. Pesan ini selanjutnya disebut pesan moral. Pesan moral dapat berupa penerapan sikap dan tingkah laku para tokoh yang terlibat dalam cerita. Melalui cerita, sikap,dan tingkah laku tokoh tersebut diharapkan dapat menyajikan hikmah.

3. Alur

Alur merupakan elemen terpenting dalam bentuk sebuah karya fiksi. Alur adalah keseluruhan rangkaian peristiwa yang terdapat dalam cerita. Alur tidak hanya dilihat dari jalannya suatu peristiwa. Lebih jauh perlu dianalisis hubungan sebab akibat peristiwa itu muncul membentuk satu konflik tokohnya.

Tahap-tahap alur meliputi:

  1. permulaan
  2. pertikaian
  3. perumitan
  4. puncak atau klimaks
  5. peleraian
  6. akhir

Macam-macam alur dalam cerpen seperti berikut.

a. Alur berdasarkan urut waktu

1) Alur kronologis/alur maju/alur progresif

2) Alur tidak kronologis/alur mundur/alur regresif/alur flash back

3) Alur campuran

b. Alur berdasarkan jumlah

1) Alur tunggal

2) Alur ganda

c. Alur berdasarkan kepadatan/kualitatif

1) Alur erat

2) Alur longgar

d. Alur menanjak

4. Penokohan

Penokohan atau perwatakan dalam cerita adalah pemberian sifat, baik lahir maupun batin kepada seorang tokoh. Tokoh cerita merupakan bagian yang ditonjolkan pengarang. Tokoh yang tergolong penting yang ditampilkan terus-menerus dalam cerita dinamai tokoh utama. Sebaliknya, ada tokoh yang dimunculkan sekali atau beberapa kali yang disebut tokoh sampingan. Ada pula tokoh yang bersifat ideal, tokoh tersebut dinamai protagonis. Tokoh yang menimbulkan konflik disebut tokoh antagonis. Tokoh-tokoh dalam cerpen memiliki peranan yang berbeda-beda. Ada tokoh yang pemarah, periang, pemalas, rajin, penyabar, atau bijaksana.

5. Latar

Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu, segala situasi peristiwa dalam cerita.

Latar dibagi menjadi:

a. latar tempat,

b. latar waktu, dan

c. latar situasi.

Baca Juga:

teknik menulis membaa novel menemukan ide pokok menyusun laporan fakta dan opini MENULIS CERPEN teknik menulis cerpen menulis resensi buku

Tentang iklan-iklan ini
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.474 pengikut lainnya.