Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

FIXED COST, BREAK EVEN POINT, COST RECOVERY RATE ADALAH

Fixed cost adalah:

a. Biaya tetap ( fixed cost ) adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi/jasa dan waktu pengeluarannya, biasanya lebih dari satu tahun.

b. Fixed cost atau biaya tetap ini terdiri dari :- Biaya Investasi gedung rumah sakit- Biaya peralatan Medis- Biaya peralatan Medis- Biaya Kendaraan (Ambulance, Mobil Dinas, Motor, dll)

c. Biaya tetap yang tidak berubah dengan berubahnya produksi

d. Fixed costs are costs that are independent of output. These remain constant throughout the relevant range and are usually considered sunk for the relevant range (not relevant to output decisions). Fixed costs often include rent, buildings, machinery, etc.

e. A cost that does not vary depending on production or sales levels, such as rent, property tax, insurance, or interest expense.

f. Biaya tetap (Fixed Cost/FC)= tidak terpengaruh besaran output. Misal: investasi gedung, alat medis, nonmedis, kendaraan, pendidikan.

g. Biaya tetap (Fixed Cost/FC)= tidak terpengaruh besaran output.

Distribusi biaya adalah:

Metode untuk mengalokasikan biaya yg ada di unit penunjang ke unit produksi

langkah-langkahnya:

1. melakukan identifikasi hubungan atau kaitan antar unit penunjang dan antara unit penunjang dengan unit produksi.

2. Menentukan ukuran dasar alokasi/ distribusi yang akan digunakan, misalnya ingin mengalokasikan biaya dari bagian administrasi ke unit lainnya maka harus ditentukan dahulu ukuran yang akan digunakan, biasanya jumlah pegawai

Surplus adalah:

1. selisih antara keuntungan dan biaya

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-3 Departemen Pendidikan Nasional Penerbit Balai Pustaka : Surplus adalah jumlah yang melebihi hasil biasanya; berlebihan ; sisa.
Istilah surplus dalam ilmu ekonomi adalah sebagai berikut :
1. Surplus Produsen
adalah pendapatan tambahan yang diperoleh oleh seorang produsen dari penerimaan harga suatu barang yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang sebenarnya telah dipersiapkan untuk ditawarkan.
2. Surplus Konsumen
adalah kepuasan atau kegunaan (utility) tambahan yang diperoleh konsumen dari pembayaran harga suatu barang yang lebih rendah dari harga yang konsumen bersedia membayarnya.
(sumber : Kamus Lengkap Ekonomi Edisi ke-2 Christopher Pass & Bryan Lowes, Penerbit Erlangga)
manurut kami surplus berarti kita memiliki suatu benefit yang diberoleh dari pendapatan yang lebih tinggi atau lebih besar daripada pengeluaran. dalam dunia perdagangan surplus dapat berarti baik. karena dalam perdagangan ekspor kita lebih banyak daripada impor kita.

3. Suatu kondisi dimana Total Pendapatan (TR) dari penjualan produk lebih dari Total Biaya (TC) dalam mengkonsumsi suatu produk. TR > TC

Cost recovery rate adalah:

1. Tarif dapat menutupi biaya yang dikeluarkan. Cost Recovery Rate = Tarif / Unitcost x 100 %

2. Cost Recovery Rate adalah nilai dalam persen yang menunjukkan seberapa besar kemampuan rumah sakit menutup biayanya dengan penghasilan yang mreka dapatkan (revenue)

Break Even Point adalah:

  1. Break Even Point adalah suatu keadaan dimana perusahaan dalam operasinya tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita kerugian atau dengan kata lain total biaya sama dengan total penjualan sehingga tidak ada laba dan tidak ada rugi. Hal ini bisa terjadi apabila perusahaan di dalam operasinya menggunakan biaya tetap dan biaya variabel, dan volume penjualannya hanya cukup menutupi biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup menutupi biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian. Sebaliknya, perusahaan akan memperoleh keuntungan, apabila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus dikeluarkan.

2. Break even point adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total biaya)

3. Break even point (BEP) adalah suatu titik yang menunjukkan tingkat penjualan yang menyebabkan perusahaan tidak untung juga tidak rugi.

4. Break Even Poin adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan/ profit

5. Menurut Bambang Riyanto ( 1995: 291 ) BEP adalah suatu tehnik analisa untukmempelajari hubungan biaya tetap, biaya variabel, laba dan volume kegiatan penjualan.

6. Menurut Sutrisno ( 2000 : 216 ) BEP adalah suatu kondisi dimana pada periode tersebut perusahaan tidak mendapat keuntungan dan juga tidak menderita kerugian.

7. Menurut T. Hani handoko ( 1984 : 307 ) BEP adalah analisa yang digunakan untuk menentukan berapa jumlah produk ( Rupiah atau unit keluaran ) yang dihasilkan agar perusahaan tidak rugi dan tidak untung.

8. Menurut Mulyadi ( 1984 : 72 ) BEP adalah suatu keadaan dimana suatu usaha tidak memperoleh laba dan tidak merugi. Dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas apabila jumlah penghasilan sama dengan jumlah biaya, atau apabila marginal income hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.

9. Menurut komarudin ( 1983 : 44 ) BEP adalah volume keseimbangan dimana besarnya penjualan tanpa diderita kerugian atau memperoleh laba dan menutup semua biaya yang telah dikeluarkan. Break Even Volume   =  Biaya tetap. Hasil penjualan – biaya variabel

Tentang iklan-iklan ini
One Comment Post a comment
  1. Anonymous #

    Jeleknya tdak jelas referensinya

    Mei 30, 2014

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.639 pengikut lainnya.