Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

ALAT-ALAT PENCERNAAN MAKANAN

Makanan dicerna oleh alat-alat pencernaan mulai dari mulut hingga usus. Hasil pencernaan makanan akan diserap dan sisanya akan dibuang melalui anus. Pembuangan sisa-sisa pencernaan disebut defekasi. Alat-alat pencernaan adalah :

1. Mulut

Di dalam rongga mulut terdapat lidah, kelenjar air liur (glandula saliva), dan gigi. Semuanya penting untuk pencernaan makanan.

a. Lidah (Lingua)

Udah banyak mengandung papillae (tonjolan), indera peraba dan pengecap. Lidah digerakkan oleh otot lurik. Fungsi lidah adalah untuk mengaduk atau membalikkan gumpalan makanan yang dicairkan oleh air liur (saliva) dan untuk menelan makanan.

b. Kelenjar Liur (Glandula Saliva)

Kelenjar liur terdapat dibeberapa tempat, yaitu :

1) Kelenjar liur didepan telinga (glandula parotidea) yang merupakan kelenjar luir terbesar.

2) Kelenjar liur rahang bawah (glandula submandibularis).

3) Kelenjar liur di bawah lidah (glandula sublingualis).

Kelenjar-kelenjar ini mengeluarkan isinya melalui saluran ke dalam rongga mulut. selain kelenjar-kelenjar tersebut, masih ada kelenjar-kelenjar kecil yang mengeluarkan getahnya ke rongga mulut. Liur (saliva), yaitu getah yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar liur, antara lain mengandung ±90% air, garam-garam, lendir, dan enzim ptialin. pH air liur ± 6,6-7 (netral). Pengendalian liur tidak dikendalikan oleh kita. Fungsi liur antara lain adalah mencerna amilum oleh ptialin menjadi disakarida, membasahi makanan, serta mencegah kekeringan mulut.

c. Gigi (Dentes)

Gigi manusia terletak berdekatan satu sama lainnya tanpa ada jarak dan bentuk masing-masing berbeda menurut fungsi masing-masing gigi. Menurut fungsinya, ada 3 macam gigi yaitu :

1) Cigi seri (incisiuus) yang berfungsi menggigit karena bentuknya seperti pahat.

2) Gigi taring (caninus) yang panjang dan berakar kuat, berfungsi untuk merobek dan menggenggam makanan.

3) Gigi geraham, yaitu geraham muka (premolar) yang berfungsi menggiling dan menghancurkan makanan serta geraham belakang (molar) yang berfungsi mengunyah makanan.

Gigi pertama pada anak-anak semuanya akan tanggal dan diganti dengan gigi yang baru. Jadi gigi pada anak-anak hanya sementara, disebut gigi susu, sedangkan pada orang dewasa sudah tetap dan disebut gigi tetap.

Bila dilihat secara utuh, bagian-bagian gigi terdiri atas bagian puncak, leher, dan akar Bila dibuat potongan membujur, maka bagian-bagian gigi dari luar ke dalam terdiri atas beberapa lapisan, yaitu, email, dentin (tulang gigi) , dan rongga gigi. Rongga gigi diisi oleh sumsum gigi yang mengandung pembuluh darah dan urat-urat saraf.

1. Tekak

Rongga mulut bagian belakang berakhir pada tekak yang merupakan persimpangan antara saluran pernapasan dari rongga hidung ke tenggorokan dan jalan makanan dari mulut ke kerongkongan. Di dalam tekak bermuara pembuluh eustachius, yaitu pembuluh yang menghubungkan rongga telinga tengah dengin rongga mulut.

2. Kerongkongan

Makanan dari rongga mulut masuk ke dalam kerongkongan melalui tekak. Bila kita makan tergesa-gesa atau sambil bercakap cakap maka kita akan tersedak karena pada waktu kita menelan batang tenggorok tidak tertutup oleh katup-katup napas. Kerongkongan bagian atas terdiri atas otot lurik dan dua pertiga bagian bawahnya terdiri atas otot polos. Otot-otot dinding kerongkongan tersusun atas otot memanjang dan otot melingkar dan dapat bergantian mengerut, terjadilah gerak peristaltik. Gerakan ini mendorong dengan cepat gumpalan makanan ke lambung. otot stinkter yang menutup lubang ke lambung akan terbuka bila gelombang peristaltik telah sampai.

3. Lambung (Ventrikulus)

Lambung adalah suatu kantung yang berdinding tebal, terletak di dalam rongga perut di bawah diafragma. Bagian atas lambung yang berdekatan dengan hati disebut bagian kardiak, bagian tengah lambung yang membulat disebut fundus dan bagian bawah lambung dekat usus disebut bagian pilorus.

Makanan dalam lambung seperti diaduk karena dinding lambung terdiri atas lapisan otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Dinding lambung penuh dengan kelenjar- kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang bersifat asam yaitu HCl. Selain itu, kelenjar lambung menghasilkan enzim yang belum aktif yaitu pepsinogen yang akan diaktifkan oleh HCI menjadi pepsin. Pepsin berfungsi menguraikan protein menjadi pepton dan proteosa. Dinding lambung mengandung lapisan lendir yang cukup tebal sehingga pengaruh getah lambung tidak merusak.

Bagian yang mengatur pengeluaran makanan dari lambung masuk ke usus adalah pilorus yang terbentuk dari otot stinkter. Otot pilorus bagian lambung akan mengendur apabila terkena rangsang asam dan otot pilorus bagian usus duabelas jari akan mengerut bila terkena asam dan bila terkena basa akan mengendur sehingga makanan masuk ke usus duabelas jari sedikit demi sedikit.

4. Usus

Usus dapat dibedakan atas usus halus (intestinum tenue) dan usus besar (colon).

a. Usus Halus

Usus halus terdiri atas tiga bagian; yaitu usus duabelas jari (duodenum) , jejunum, dan ileum. Usus duabelas jari menjadi tempat bermuaranya saluran-saluran dari kandung empedu dan dari pankreas. Makanan dari lambung masuk ke dalam usus duabelas jari dalam bentuk bubur melalui pilorus. HCI akan ikut masuk ke dalam usus duabelas jari melalui makanan, kemudian HCI merangsang kelenjar dinding sel usus duabelas jari untuk menghasilkan hormon sekretin dan hormon kolesistokinin.

Hormon sekretin akan merangsang pankreas untuk mengeluarkan getahnya. Getah pankreas mengandung NaHCQ, yang bereaksi basa dan mengandung enzim steapsin (lipasa pankreas), enzim amilasa pankreas dan tripsinogen yaitu enzim yang belum aktif dan enterokinase. Getah pankreas tidak berwarna, pH-nya sekitar 8.

Fungsi enzim-enzim yang terdapat dalam usus duabelas jari adalah sebagai :

1) Enterokinase adalah enzim yang akan mengubah tripsinogen menjadi kipsin.

2) Tripsin berfungsi mengubah protease dan pepton menjadi pepton dan albumin.

3) Steapsin (lipase) berfungsi mengemulsikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

4) Amilase berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi disakarida.

Seluruh enzim di atas bekerja dalam suasana basa dan pankreas tidak terus menerus mengeluarkan getah karena pengeluarannya diatur secara refleks. Jumlah dan susunannya pun diatur secara refleks dan bergantung pada makanan yang dimakan.

Saluran empedu bermuara di usus duabelas jari yang akan menyalurkan (mengalirkan) empedu ke usus duabelas jari. Empedu mengandung sekitar 98% air, garam-garam empedu, zat warna empedu, garam mineral, dan kolesterol. Empedu berfungsi mengemulsikan lemak dan mempengaruhi penyerapan vitamin K oleh usus.

Dinding usus halus mengandung banyak kelenjar-kelenjar halus yang menghasilkan getah usus, yaitu:

1) Enterokinasa, berfungsi mengaktifkan erepsinogen menjadi eripsin.

2) Eripsin, berfungsi mengubah pepton dan albumin menjadi asam amino.

3) Maltasa, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.

4) Sakarase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

5) Laktasa, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktos

6) Lifasa, berfungsi mengemulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Hingga di sini pencernaan makanan selesai dan zat-zat makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap oleh usus ke dalam darah. Glukosa dan asam amino masuk ke dalam darah melalui pembuluh vena porta menuju ke hati, sedangkan asam lemak bereaksi dahulu dengan garam empedu kemudian bersama-sama gliserol diserap ke dalam vilus. Di dalam vilus asam lemak melepaskan diri dari garam empedu dan mengikat gliserin membentuk lemak kemudian masuk ke tengah-tengah vilus ke dalam kil (chyl). Garam empedu masuk ke dalam darah menuju ke hati untuk dibentuk kembali menjadi empedu. Vilus adalah jonjot usus yang teidapat di dinding usus halus yang berfungsi memperluas bidang penyerapan.

Penyerapan sari makanan pada dinding usus halus terjadi di daerah jejunum dan ileum. Proses penyerapan (absorpsi) terdiri atas osmosis, difusi, fiitrasi, dan pengangkutan aktif (transport aktif). Proses pengangkutan sari-sari makanan dapat berlangsung melalui pembuluh dan pembuluh limfa (setah bening).

b. Usus Besar (Colon)

Lapisan pada usus besar hampir sama dengan usus halus, yaitu berkelenjar lendir tetapi tidak mengandung enzim dan tidak ada vili. Usus besar berperan dalam absorpsi air dan di dalam usus besar berlangsung proses pembusukan oieh mikroorganisme, antara lain bakteri jenis Escherichia coli.

Dengan adanya pembusukan tersebut maka sisa makanan menjadi hancur, lunak dan mudah dikeluarkan dari dubur. Pada usus besar terdapat usus buntu (caecum) yang terletak antara usus besar dan usus halus (mulai naik usus besar). pada usus buntu terdapat umbai cacing (apendiks).

Gangguan pada pencernaan dan alat pencernaan, antara lain adalah:

1) Diare; bila selaput usus besar mengalami infeksi disentri.

2) Sembelit (konstipasi); bila air banyak diserap maka feses lebih padat sehingga sukar keluar.

3) Kolik; bila terjadi salah cerna akibat makanan sesuatu terlalu banyak atau gangguan yang merangsang lambung dan timbul rasa nyeri.

4) Ulkus (luka pada dinding lambung); rasa nyeri yang disebabkan oleh adalah luka yang terkena asam lambung.

5) Peritonitis; infeksi selaput rongga perut (radang perut).

6) Apendisitis yaitu radang apendiks.

Tentang iklan-iklan ini
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.135 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: