Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Demam Berdarah Pada Anak

42-15710894 Demam berdarah adalah salah satu penyakit yang sudah ada lama di dunia. Penyakit dengan gejala yang serupa ditemukan di ensiklopedia medis dari Cina tertanggal tahun 992. Kota-kota pelabuhan abad 18 dan 19 menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan nyamuk demam berdarah. Nyamuk dan virus yang berperan dalam penyakit ini terus menyebar ke berbagai daerah baru dan telah menyebabkan banyak epidemi di seluruh dunia. Salah satu epidemi Demam Berdarah pada Anak yang paling pertama terjadi di daerah Asia Tenggara.

Perlu diketahui terlebih dahulu oleh ibu-ibu, Demam Berdarah Dengue itu tidak menyerang setiap waktu. Demam Berdarah Dengue juga tergantung dari musim yang ada saat itu. Demam Berdarah Dengue terutama terjadi pada saat musim hujan. Di Indonesia dengan iklim tropis dan curah hujan tinggi, DBD sudah menjadi “langganan” setiap tahun. Angka kejadiannya paling tinggi pada musim penghujan yaitu sekitar bulan Februari, Maret, dan April. Di pedesaan, peningkatan kasus sudah mulai terjadi di bulan Desember, sedangkan untuk perkotaan, puncak terjadi pada bulan Mei-Juni.

Ingat, Demam saja ada banyak penyebabnya. Bisa karena infeksi saluran pernafasan seperti pilek, radang amandel maupun penyakit amandel (tonsilitis). Infeksi bisa juga menyerang telinga, saluran kencing, saluran pencernaan, dan lain-lain. Pendeknya, apa saja bisa diserang oleh virus dan bakteri. Demam itu adalah pertanda adanya infeksi, dan tubuh sedang memerangi virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut. Demam satu hari tidak menjadi indikasi perawatan di Rumah Sakit.Di rumah, anak harus dipastikan minum banyak cairan dan dipantau suhunya setiap hari. Jika demam berlanjut, orang tua untuk datang kembali di hari ke-3 demam untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.

Demam berdarah pada anak sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya. Nyamuk ini kakinya belang-belang putih-hitam dan mengigitnya justru di siang hari. Tidak semua orang yang terkena virus dengue akan mengalami demam dengan gejala berat, sebagian lagi hanya sakit ringan. Di Indonesia sendiri, keempat tipe virus Dengue dapat ditemukan, dan yang dihubungkan dengan gejala DHF yang parah adalah tipe 3. Kekebalan (imunitas) terhadap satu jenis virus tidak berlaku untuk infeksi jenis virus lainnya. Jumlah kasus DHF utamanya meningkat pada musim hujan dimana sumber air bersih bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes tersedia dimana-mana, jika tidak dilakukan program pembersihan lingkungan yang baik.

Virus Dengue

Virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus. Aedes aegypti adalah vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini. Nyamuk dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut. Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya.

GEJALA AWAL

Banyak yang berpendapat bahwa gejala Demam Berdarah pada Anak itu adalah dengan munculnya bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang meski kulit diregangkan, gusi berdarah, mimisan, dan tinja berdarah. Bintik-bintik merah di kulit bisa muncul sendiri atau dibuat muncul dengan uji bendung. Biasanya uji bendung dilakukan dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang digembungkan di seputar lengan hingga pembuluh darah tertekan. Bila positif, akan muncul bintik-bintik merah.

INGAT, TIDAK SELURUH DEMAM BERDARAH PADA ANAK MEMPUNYAI UJI BENDUNG YANG POSITIF

Uji bendung yang positif menunjukkan bahwa telah terjadi kelainan konsentrasi di dalam darah.

Menurut “Info Penyakit Menular” yang dikeluarkan Departemen Kesehatan, ruam berupa bercak merah tidak selalu muncul pada hari pertama pasien mengalami panas tinggi. Bercak merah bisa muncul pada hari keempat sakit berupa bercak-bercak merah kecil seperti bercak pada penyakit campak. Kadang-kadang bercak merah hanya muncul pada daerah tangan atau kaki saja. Sementara pada awal panas, ruam yang muncul bisa berupa flushing (kemerahan pada muka, leher, dan dada).

Pada hari pertama, arah penyakitnya belumlah keliatan. Orangtua hanya perlu mengawasi kondisi fisik anak dan gejala-gejala lain yang menyertai demam. “Jika anak demam tapi tenang-tenang saja, masih bisa jalan, makan dan minum, bahkan bermain, maka orangtua tak perlu khawatir. Bahkan kalau perlu tidak usah menurunkan demamnya. Cukup diberi air minum yang banyak. Obat penurun panas baru perlu diberikan jika anak merasa gelisah dan tidak nyaman dengan kondisi panasnya. Tetapi jika anak misalnya cenderung lemas, muntah-muntah, dehidrasi, tidak mau makan, dan sangat rewel sebaiknya orangtua mulai waspada, terlebih lagi jika anak mulai mengalami gejala sesak nafas atau ada bintik merah di permukaan kulit, dan sebagainya. Jika gejala ini muncul, anak harus dibawa ke dokter.

Jika demam terusmenerus selama 3 hari dan mendingin pada hari ke 4 dan 5 disertai menggigil hebat, bisa jadi itu adalah Demam Berdarah pada Anak.

Gejala yang harus diwaspadai:

  • Demam tinggi mendadak, >38° C, 2-7 hari
  • Demam tidak dapat teratasi maksimal dengan penurun panas biasa
  • Mual, muntah, nafsu makan minum berkurang
  • Nyeri sendi, nyeri otot (pegal-pegal)
  • Nyeri kepala, pusing
  • Nyeri atau rasa panas di belakang bola mata
  • Wajah kemerahan

cairan-infus Trombosit turun belum pasti Demam Berdarah pada Anak.

Pemeriksaan darah yang dilakukan terlalu dini (misalnya demam baru satu hari) belum bisa memperkirakan apakah benar anak terkena DEMAM BERDARAH DENGUE, karena trombosit dan hematokrit masih normal. Panas hari ketiga penurunan trombosit bisa dideteksi. Kalau normal 150.000-400.000/ul darah, hari ketiga turun jadi 100.000-150.000/ul, hari keempat 50.000-100.000/ul hari kelima kurang dari 50.000/ul atau jumlah trombosit terendah. Hemokonsentrasi, yaitu pengentalan darah akibat perembesan plasma (komponen darah cair non seluler), ditandai dengan nilai Hematokrit (Hct) yang meningkat 20% dari nilai normalnya. Kadar hematokrit penanda kebocoran pembuluh darah, terus meningkat dan puncaknya pada hari kelima. Jumlah hematokrit normal tergantung umur, janis kelamin, dan berat badan.

Dengue Syok Syndrome

Syok Demam Berdarah

Demam mendadak turun, ujung-ujung jari teraba dingin, denyut nadi kecil dan cepat serta tekanan darah menurun dan anak tampak lemas. Semua ini terjadi akibat cairan merembes ke luar dari pembuluh darah. Anak seolah-olah kekurangan cairan darah dan sirkulasi tubuh menjadi gagal berfungsi. Akhirnya anak mengalami syok. Tandanya, kulit teraba dingin terutama ujung jari dan kaki, biru di sekitar mulut, anak gelisah sekali dan lemas, nadinya lemah dan cepat bahkan bisa tidak teraba denyutnya.

Pengobatan dan tatalaksana Demam Berdarah

Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah kompres hangat dan penurun panas jika demam, vitamin penambah nafsu makan, antimuntah jika dibutuhkan. Perlu diingat juga bahwa penggunaan antibiotik tidak diperlukan pada kasus DHF murni (tanpa adanya infeksi bakterial).

Pengobatan DHF sesungguhnya bersifat suportif dan simtomatik, artinya tidak memerlukan obat untuk kausanya (seperti antivirus). Yang paling ditekankan adalah nutrisi dan hidrasi alias makan dan minum yang cukup. Lebih ditekankan untuk minum yang banyak, untuk mengatasi efek kebocoran plasma darah dan meningkatkan jumlah trombosit. Bila kaki dan tangan dingin, tanda terjadi shock, atasi dengan infus atau minum sebanyak-banyaknya.

Hari keenam jumlah trombosit meningkat dan kembali normal pada hari kedelapan. Hematokrit juga berangsur turun dan normal kembali pada hari yang sama. DHF umumnya akan mengalami penyembuhan sendiri setelah 7-8 hari, jika tidak ada infeksi sekunder dan dasar pertahanan tubuh penderitanya memang baik. Tanda penyembuhan antara lain meliputi demam yang turun perlahan, nafsu makan dan minum yang membaik, lemas yang berkurang dan tubuh terasa segar kembali.

Pencegahan

Tindakan paling efektif adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue. Pencegahan Demam Berdarah pada Anak dapat dilakukan dengan mengendalikan jumlah nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah. Nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri. Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida.

GERAKAN 3M

GERAKAN 3M

Penyakit Demam Berdarah pada anak belum diketahui obatnya maupun vaksinnya.

Masyarakat DIHARAPKAN berperan aktif mengambil peran memutuskan mata rantai penularan penyakit DBD agar penyebarannya dapat ditekan atau dicegah sedini mungkin dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). PSN dilakukan melalui kegiatan 3 M Plus secara berkala minimal seminggu sekali di perumahan, tempat kerja, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya.

3 M Plus adalah menguras tempat penampungan air/bak mandi, menutup rapat-rapat tempat penempungan air, mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan secara teratur seminggu sekali, plus memburu dan membunuh jentik nyamuk, mengenakan kelambu, menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kassa dan menutup lubang potongan bambu.

Memberi pertolongan pertama apabila ada anggota keluarga yang menderita panas tanpa sebab yang jelas dengan memberi obat penurun panas atau mengompres dengan air hangat, memberi minum sebagai pengganti cairan yang keluar dari tubuh, selanjutnya penderita segera dibawa ke sarana kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Fogging atau pengasapan hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat secara selektif untuk penanggulangan terfokus di daerah yang ada penderita DBD yang sudah menular.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan demam berdarah pada anak selalu muncul tiap tahun yaitu Indonesia merupakan daerah tropis sebagai tempat yang sangat cocok untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes  aegepty penular DBD dan musim hujan merupakan saat perkembangbiakan tercepat.

Faktor-faktor lainnya adalah kesadaran kebersihan lingkungan yang rendah, budaya menyimpan air di tempat terbuka pada sebagian besar masyarakat Indonesia memberikan tempat bagi nyamuk Aedes aegepty untuk berkembang biak, populasi penduduk yang padat serta mobilitas manusia yang tinggi juga menyebabkan penularan penyakit demam berdarah dengan cepat.

Tentang iklan-iklan ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.753 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: