Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

A BEAUTIFUL MIND

A Beautiful Mind adalah sebuah film yang memenangkan academy Award yang dibintangi Russel Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer, dan Paul Bettany. Film ini dibuat untuk mengenang Alfred Nobel John Nash dan penyakit schizophrenia  yang dimilikinya.

John Forbes Nash adalah seorang matematikawan jenius bersekolah di perguruan tinggi Princeton dengan mendapat beasiswa carniege pada tahun 1947.  Dia adalah mahasiswa yang unik, jarang masuk kuliah dan lebih suka belajar secara otodidak, memahami dan memecahkan dinamika pergerakan natural melalui pemikirannya sendiri yang sangat kreatif. Nash lebih banyak meluangkan waktu di luar kelas demi mendapatkan ide orisinal untuk meraih gelar doktornya dan diterima di pusat penelitian bergengsi, Wheeler Defense Lab di MIT.
 Seorang ilmuwan matematika yang tentunya lebih sering mengutak-atik angka. Kehidupan pun ia jabarkan dengan angka-angka. Hal inilah yang menghadapkan ia dengan penyakit psikologisnya. Hingga akhirnya ia ikut serta dalam keanggotaan rahasia (intel) departemen pertahanan Amerika Serikat yang sedang melakukan spionase ataupun pelacakan terhadap pemboman yang akan dilakukan Rusia. Padahal kenyataannya, ia sama sekali bukan anggota anggota intel Amerika Serikat dan ia sama sekali tidak terlibat dalam misi pemboman yang dilakukan Rusia.
Ia Akhirnya menikahi seorang mahasiswi cantik bernama Alicia Larde. Namun, kehidupan Nash justru semakin parah dan merasa terus berada dalam ancaman bahaya gara-gara pekerjaannya sebagai agen rahasia. Nash semakin hari semakin terlihat aneh dan ketakutan, sampai akhirnya ketika ia sedang membawakan makalahnya di sebuah seminar di Harvard, Dr Rosen seorang ahli jiwa membawanya ke rumah sakit jiwa. Dari situlah terungkap, Nash mengidap penyakit yang disebut dengan paranoid schizophrenia. Beberapa kejadian yang dialami Nash selama ini hanya khayalan belaka. Tak pernah ada teman sekamar, Herman dan keponakannya yang menggemaskan, Marcee ataupun Parcher dengan proyek rahasianya.
Di rumah sakit jiwa ia mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif. Untungnya, Alicia adalah seorang istri setia. Ia tak pernah lelah memberi semangat.Dengan dorongan semangat serta cinta kasihnya, Nash bangkit dan berjuang melawan penyakitnya. Istrinya melakukan dekonstruksi ulang terkait fantasinya itu. Ketekunan, kesabaran yang berselimutkan rasa kasih sayang akhirnya membuahkan hasil yang positif. John Nash akhirnya dapat kembali pada kehidupannya yang semula, walaupun masih sering ditemuainya fantasi-fantasi tersebut berada di sekitarnya ia tidak mengindahkannya.
Akhir dari cerita ini adalah pada saat John Nash menerima penganugerahan Nobel di Swedia pada tahun 1994. berkat teori ekulibriumnya yang banyak berjasa pada teori-teori ekonomi. Ia menutup penganugerahan tersebut dengan kata “Aku selalu percaya akan angka. Dalam persamaan dan logika, yang membawa pada akal sehat. Tapi setelah seumur hidup mengejar, aku bertanya, apa logika sebenarnya? Siapa yang memutuskan apa yang masuk akal? Pencarianku membawaku ke alam fisik, metafisik, delusional, dan kembali. Telah kudapatkan penemuan penting dalam karirku, hidupku. Hanya dipersamaan misterius cinta, alasan logis bisa ditemukan”.
ANALISA :
Dari film tersebut dapat diketahui bahwa John Nash menderita skizofrenia paranoid, yang ditandai dengan simpton – simpton/ indikasi sebagai berikut:
1. adanya delusi atau waham, yakni keyakinan palsu yang dipertahankan.
- Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya, dalam film tersebut yaitu agen pemerintah dan mata – mata rusia. Waham ini menjadikannya paranoid, yang selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.
- Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting. John Nash menganggap dirinya adalah pemecah kode rahasia terbaik dan mata – mata/agen rahasia.
- Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya. Adegan yang menunjukkan waham ini yaitu ketika disuruh membunuh isterinya, ketika disuruh menunjukkan bahwa dia jenius, dan ketika diyakinkan bahwa dia tidak berarti oleh para teman halusinasinya.
2. adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan. John Nash mengalami halusinasi bertemu dengan tiga orang yang secara nyata tidak ada yaitu Charles Herman (teman sekamarnya), William Parcher (agen pemerintah) dan Marcee (keponakan Charles Herman). Selain itu juga laboratorium rahasia, dan juga nomer kode yang dipasang pada tangannya.
3. gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh. Indikasi ini sangat jelas ketika John Nash berkenalan dengan teman – temannya dan juga jika dilihat dari cara berjalannya.
4. adanya gangguan emosi, adegan yang paling jelas yaitu ketika John Nash menggendong anaknya dengan tanpa emosi sedikitpun.
5. social withdrawl (penarikan sosial), John Nash tidak bisa berinteraksi sosial seperti orang – orang pada umumnya, dia tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.
Stressor atau kejadian – kejadian yang menekan yang membuat skizofrenia John Nash bertambah parah, yaitu :
- Kalah bermain dari temannya
- Merasa gagal berprestasi untuk mendapatkan cita – citanya
- Merasa tidak dapat melayani isterinya
- Tidak bisa bekerja atau mendapatkan pekerjaan kembali
Karakter Pribadi John Nash, yaitu:
- Pemalu, introvert, penyendiri, rendah diri (merasa dirinya tidak disukai orang lain), kaku, tidak suka bergaul (tidak menyukai orang lain), penarikan diri dari lingkungan sosial.
- Dalam kenyataannya (cerita sebenarnya bukan di film ini) John Nash adalah pribadi yang pemarah, suka bermain wanita, keras, kaku dan antisemit.
Selain terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial (dengan tukang sampah), dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi stressor bagi penderita.
Sampai saat ini Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis.
Referensi :
Chaplin, J.P. 2001. Kamus Lengkap Psikologi, terj. Kartini Kartono. Jakarta : PT RajaGrafindo Perkasa. Kartono, Kartini. 2000. Hygiene Mental. Bandung: CV. Mandar Maju.
Maslim, Rusdi, ed. Buku Saku PPDGJ III, Jakart
eautiful Mind – Kisah Hidup Seorang Genius Penderita Sakit Jiwa yang Meraih Hadiah Nobel
oleh: Sylvia Nasar
> Biografi
Penerbit :            Gramedia Pustaka Utama
Edisi :     Soft Cover
ISBN :   979221464x;20405039
Tgl Penerbitan :                Juli 2005
Bahasa :               Indonesia
Halaman :            625
Ukuran :               15 x 23 cm
Sinopsis Buku:
Buku pemenang National Book Critics Circle Award 1998 untuk Biografi, dan finalis Pulitzer Prize
Buku yang menjadi inspirasi film produksi DreamWorks dan Universal Pictures yang dibintangi oleh Russell Crowe
John Forbes Nash, Jr. adalah salah satu genius matematika Amerika Serikat paling menonjol di antara teman-teman segenerasinya. Pada usia dua puluh satu tahun ia adalah seorang mahasiswa pascasarjana yang cemerlang, bandel, menyebalkan, sekaligus sangat eksentrik di Princeton University ketika ia menemukan beberapa prinsip matematika-yang kini disebut kesetimbangan Nash-yang sangat penting untuk teori permainan atau same theory.
Pada usia tiga puluh satu tahun, tatkala sedang berada di puncak kariernya yang cemerlang serta tidak lama setelah menikah dengan seorang fisikawan muda yang cantik, Nash mendadak menderita mental breakdown yang sangat merusak dan belakangan didiagnosis menderita skizofrenia. Di bawah terpaan khayal-khayal yang menyiksa, dan membuatnya tidak berdaya, serta berulangkali harus meringkuk di balik tembok rumah sakit jiwa, Nash terpaksa menghabiskan tiga dasawarsa berikutnya sebagai sosok pendiam yang hanya sesekali muncul bak hantu di lingkungan kampus Princeton University.
Ketika usianya mencapai enam puluh tahun, kesehatannya semakin memburuk, dan keberadaannya praktis terlupakan, tiba-tiba dua keajaiban terjadi-yang pertama adalah kesembuhan yang hampir tak disangka-sangka dari skizofrenia, sedangkan yang kedua adalah keputusan Panitia Hadiah Nobel untuk menghargai prestasi gemilangnya di masa lampau. Dua mukjizat yang mengembalikan dunia kepadanya.
“Baru dua paragraf, tapi saya langsung terpikat! A Beautiful Mind sangat menarik, sangat menggugah, terutama ketika bercerita tentang kisah hidup Nash dan prestasi-prestasinya, serta wawasan simpatiknya yang mengagumkan ketika membahas kegeniusan dan skizofrenia.”
-Oliver Sacks
“Sylvia Nasal bercerita tentang kehidupan Nash di Princeton sewaktu gairah intelektualnya tengah berkobar, tentang sumbangannya yang cemerlang pada teori permainan, dan, yang paling penting, ia mcmberikan penuturan yang menyentuh dan simpatik tentang masa ketika sang tokoh tenggelam ditelan badai skizofrenia.”
-Sunday Telegraph
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Tentang iklan-iklan ini
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.483 pengikut lainnya.