Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

TRAKEOSTOMI (TRACHEOSTOMY)

Oleh : Harry Wahyudhy Utama, S.Ked
I.1 Definisi
Trakeostomi adalah suatu tindakan dengan membuka dinding depan/anterior trakea untuk mempertahankan jalan nafas agar udara dapat masuk ke paru-paru dan memintas jalan nafas bagian atas.1,2,3

I.2 Sejarah
Pertama kali diketahui berdasarkan buku suci agama Hindu yang ditulis antara tahun 2000 dan 1000 SM yang menjelaskan “satu tindakan yang dapat menyatukan kembali pipa udara bila rawan leher dipotong.” Asclepiades adalah orang yang pertama melakukan operasi ini. Dari laporan yang ada, dari tahun 1546-1833 hanya 28 tindakan trakeostomi yang dilaporkan. Operasi ini mulai popular di daratan Eropa oleh Trousseau dan Bretonneau sebagai tindakan dalam penatalaksanaan difteri. Lambat laun, mulai berkembang bermacam teknik trakeostomi. Indikasi dari trakeostomi pun semakin banyak seperti pada cedera kepala yang disertai hilangnya kesadaran, cedera dada berat, intoksikasi barbiturat dan membuka jalan nafas pasca operasi.2

I.3 Anatomi
Trakea merupakan tabung berongga yang disokong oleh cincin kartilago. Trakea berawal dari kartilago krikoid yang berbentuk cincin stempel dan meluas ke anterior pada esofagus, turun ke dalam thoraks di mana ia membelah menjadi dua bronkus utama pada karina. Pembuluh darah besar pada leher berjalan sejajar dengan trakea di sebelah lateral dan terbungkus dalam selubung karotis. Kelenjar tiroid terletak di atas trakea di setelah depan dan lateral. Ismuth melintas trakea di sebelah anterior, biasanya setinggi cincin trakea kedua hingga kelima. Saraf laringeus rekuren terletak pada sulkus trakeoesofagus. Di bawah jaringan subkutan dan menutupi trakea di bagian depan adalah otot-otot supra sternal yang melekat pada kartilago tiroid dan hioid.2

I.4 Indikasi trakeostomi
Indikasi trakeostomi termasuk sumbatan mekanis pada jalan nafas dan gangguan non obstruksi yang mengubah ventilasi.
Gejala-gejala yang mengindikasikan adanya obstruksi pada jalan nafas;1,2
1. timbulnya dispneu dan stridor eskpirasi yang khas pada obstruksi setinggi atau di bawah rima glotis terjadinya retraksi pada insisura suprasternal dan supraklavikular.
2. Pasien tampak pucat atau sianotik
3. disfagia
4. pada anak-anak akan tampak gelisah

Tindakan trakeostomi akan menurunkan jumlah udara residu anatomis paru hingga 50 persennya. Sebagai hasilnya, pasien hanya memerlukan sedikit tenaga yang dibutuhkan untuk bernafas dan meningkatkan ventilasi alveolar. Tetapi hal ini juga sangat tergantung pada ukuran dan jenis pipa trakeostomi.4

Gangguan yang mengindikasikan perlunya trakeostomi;1,2,4
1. terjadinya obstruksi jalan nafas atas
2. sekret pada bronkus yang tidak dapat dikeluarkan secara fisiologis, misalnya pada pasien dalam keadaan koma.
3. untuk memasang alat bantu pernafasan (respirator).
4. apabila terdapat benda asing di subglotis.
5. penyakit inflamasi yang menyumbat jalan nafas ( misal angina ludwig), epiglotitis dan lesi vaskuler, neoplastik atau traumatik yang timbul melalui mekanisme serupa
6. mengurangi ruang rugi (dead air space) di saluran nafas atas seperti rongga mulut, sekitar lidah dan faring. Hal ini sangat berguna pada pasien dengan kerusakan paru, yang kapasitas vitalnya berkurang.
Indikasi lain yaitu:4
1. Cedera parah pada wajah dan leher
2. Setelah pembedahan wajah dan leher
3. Hilangnya refleks laring dan ketidakmampuan untuk menelan sehingga mengakibatkan resiko tinggi terjadinya aspirasi

I.5 Pembagian Trakeostomi
Menurut lama penggunaannya, trakeosomi dibagi menjadi penggunaan permanen dan dan penggunaan sementara, sedangkan menurut letak insisinya, trakeostomi dibedakan letak yang tinggi dan letak yang rendah dan batas letak ini adalah cincin trakea ke tiga. Jika dibagi menurut waktu dilakukannya tindakan, maka trakeostomi dibagi dalam trakeostomi darurat dan segera dengan persiapan sarana sangat kurang dan trakeostomi berencana (persiapan sarana cukup) dan dapat dilakukan secara baik.1,3

I.6 Jenis Tindakan Trakeostomi
1. Surgical trakeostomy
Tipe ini dapat sementara dan permanen dan dilakukan di dalam ruang operasi. Insisi dibuat diantara cincin trakea kedua dan ketiga sepanjang 4-5 cm.
2. Percutaneous Tracheostomy
Tipe ini hanya bersifat sementara dan dilakukan pada unit gawat darurat. Dilakukan pembuatan lubang diantara cincing trakea satu dan dua atau dua dan tiga. Karena lubang yang dibuat lebih kecil, maka penyembuhan lukanya akan lebih cepat dan tidak meninggalkan scar. Selain itu, kejadian timbulnya infeksi juga jauh lebih kecil.
3. Mini tracheostomy
Dilakukan insisi pada pertengahan membran krikotiroid dan trakeostomi mini ini dimasukan menggunakan kawat dan dilator.

I.7 Jenis Pipa Trakeostomi
1. Cuffed Tubes
Selang dilengkapi dengan balon yang dapat diatur sehingga memperkecil risiko timbulnya aspirasi
2. Uncuffed Tubes
Digunakan pada tindakan trakeostomi dengan penderita yang tidak mempunyai risiko aspirasi
3. Trakeostomi dua cabang (dengan kanul dalam)
Dua bagian trakeostomi ini dapat dikembangkan dan dikempiskan sehingga kanul dalam dapat dibersihkan dan diganti untuk mencegah terjadi obstruksi.
4. Silver Negus Tubes
Terdiri dua bagian pipa yang digunakan untuk trakeostomi jangka panjang. Tidak perlu terlalu sering dibersihkan dan penderita dapat merawat sendiri.
5. Fenestrated Tubes
Trakeostomi ini mempunyai bagian yang terbuka di sebelah posteriornya, sehingga penderita masih tetap merasa bernafas melewati hidungnya. Selain itu, bagian terbuka ini memungkinkan penderita untuk dapat berbicara.

I.8 Alat-Alat Trakeostomi
Alat yang diperlukan untuk melakukan trakeostomi adalah semprit yang berisi obat analgesia, pisau, pinset anatomi, gunting panjang tumpul, sepasang pengait tumpul, klem arteri, gunting kecil yang tajam serta kanul trakea dengan ukuran sesuai.1

I.9 Teknik Trakeostomi
Pasien tidur terlentang, bahu diganjal dengan bantalan kecil sehingga memudahkan kepala untuk diekstensikan pada persendian atalantooksipital. Dengan posisi seperti ini leher akan lurus dan trakea akan terletak di garis median dekat permukaan leher. Kulit leher dibersihkan sesuai dengan prinsip aseptik dan antiseptik dan ditutup dengan kain steril. Obat anestetikum disuntikkan di pertengahan krikoid dengan fossa suprasternal secara infiltrasi. Sayatan kulit dapat vertikal di garis tengah leher mulai dari bawah krikoid sampai fosa suprasternal atau jika membuat sayatan horizontal dilakukan pada pertengahan jarak antara kartilago krikoid dengan fosa suprasternal atau kira-kira dua jari dari bawah krikoid orang dewasa. Sayatan jangan terlalu sempit, dibuat kira-kira lima sentimeter.1
Dengan gunting panjang yang tumpul kulit serta jaringan di bawahnya dipisahkan lapis demi lapis dan ditarik ke lateral dengan pengait tumpul sampai tampak trakea yang berupa pipa dengan susunan cincin tulang rawan yang berwarna putih. Bila lapisan ini dan jaringan di bawahnya dibuka tepat di tengah maka trakea ini mudah ditemukan. Pembuluh darah yang tampak ditarik lateral. Ismuth tiroid yang ditemukan ditarik ke atas supaya cincin trakea jelas terlihat. Jika tidak mungkin, ismuth tiroid diklem pada dua tempat dan dipotong ditengahnya. Sebelum klem ini dilepaskan ismuth tiroid diikat keda tepinya dan disisihkan ke lateral. Perdarahan dihentikan dan jika perlu diikat. Lakukan aspirasi dengan cara menusukkan jarum pada membran antara cincin trakea dan akan terasa ringan waktu ditarik. Buat stoma dengan memotong cincin trakea ke tiga dengan gunting yang tajam. Kemudian pasang kanul trakea dengan ukuran yang sesuai. Kanul difiksasi dengan tali pada leher pasien dan luka operasi ditutup dengan kasa.1
Untuk menghindari terjadinya komplikasi perlu diperhatikan insisi kulit jangan terlalu pendek agar tidak sukar mencari trakea dan mencegah terjadinya emfisema kulit. 1

I.10 Perawatan Pasca Trakeostomi
Secera setelah trakeostomi dilakukan:3
1. Rontgen dada untuk menilai posisi tuba dan melihat timbul atau tidaknya komplikasi
2. Antibiotik untuk menurunkan risiko timbulnya infeksi
3. Mengajari pihak keluarga dan penderita sendiri cara merawat pipa trakeostomi

Perawatan pasca trakeostomi sangat penting karena sekret dapat menyumbat dan menimbulkan asfiksia. Oleh karena itu, sekret di trakea dan kanul harus sering diisap ke luar dan kanul dalam dicuci sekurang-kurangnya dua kali sehari lalu segera dimasukkan lagi ke dalam kanul luar. Bila kanul harus dipasang dalam jangka waktu lama, maka kanul harus dibersihkan dua minggu sekali. Kain basah di bawah kanul harus diganti untuk menghindari timbulnya dermatitis. Gunakan kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeri pada daerah insisi.1,3

I.11 Komplikasi
Komplikasi dini yang sering terjadi:2
1. perdarahan
2. pneumothoraks terutama pada anak-anak
3. Aspirasi
4. Henti jantung sebagai rangsangan hipoksia terhadap respirasi
5. paralisis saraf rekuren

Komplikasi lanjut
1. Perdarahan lanjutan pada arteri inominata
2. Infeksi
3. fistula trakeoesofagus
4. stenosis trakea

DAFTAR PUSTAKA

1. Hadiwikarta A, Rusmarjono, Soepardi E. Penanggulangan Sumbatan Laring. In: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. 5th ed. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2003. p; 204-209

2. Robert H, Maisel. Trakeostomi. In:BOIES Buku Ajar Penyakit THT. 6th ed. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1997. p; 473-485

3. Anonymus. Tracheostomy. Disability Online. Victoria. 2004. Available from: http://www.disability.vic.gov.au/bhcv2/bhcpdf.nsf/ByPDF/Tracheostomy/$File/Tracheostomy.pdf. Access on: July 10, 2007

4. Anonymus. Tracheostomy Clinical Guideline. Brighton and Sussex University Hospitals. 2006. Available from: http://www.sussexcritcare.nhs.uk/ profclinical/carebundles/documents/TracheostomyguidelinesforTCPFINALAPRIL2005.pdf. Access on: July 10, 2007

5. Sumber: Anonymus. Surgeries and procedures. Available at: http://pennhealth.com/ health_info /Surgery/tracheostomy_2.html. Access on :July 10, 2007

Tentang iklan-iklan ini
22 buah komentar Post a comment
  1. bang harry, kayaknya bagus kalo dibuat pdf deh ^ ^ (itung2x fight against piracy huehehe). bagus bang! meski wa blum faham benar heheehe :D thx yah atas pengetahuannya ^ ^

    Juli 16, 2007
  2. gak papa.. ikhlas kok buat kepentingan bersama..

    Juli 19, 2007
  3. drMAQ #

    boleh juga blognyo nih dek tugas THT yah mudah2an ujian samo bapak jadi samo cak aku nasebnyo mudah2an dapat A wakakakkakkkk
    met berjuang

    Agustus 19, 2007
  4. @drMAQ
    siapa nih nama kakak, kenalan dong…

    Agustus 19, 2007
  5. arland #

    ini sangat membanru buat tugas anestesii dr dosen gw tentang trakeostomi di fkg moestopo.. thx bro..

    November 12, 2008
  6. shalsabila #

    bang harry, thanks dach membantu. bang harry, gambar trakeostomi nya ada g ????? kalo ditambahin gambarnya kayaknya lebi klop dech….

    November 21, 2008
  7. liliana #

    klo org udh dioperasi & dipakaikan alat itu bs sembuh lg gak? apalagi penderitanya sdh koma.

    Desember 4, 2008
  8. novi p #

    Pak harry klo org yg udh di trakeostomi masa pemulihannya biasa berapa lama?tahapan2 pemulihannya apa2 saja?mungkin pak harry bisa memberikan rekomendasi untuk saya,kira2 rumah sakit mana yg paling baik untuk menangani masalah trakeostomi ini?trims.Mohon saranX.

    Desember 5, 2008
  9. aDe #

    Alo..
    thanks ya blognya,,,
    ngebantu saya banget buat bikin refrat trakeostomi..
    hehehehehe..
    tapi kalo ditambah dengan ganbar2 pasti keren deeeehhhh..

    hehehehehehe..

    Desember 16, 2008
  10. windah #

    biasanya klo my melakukan trakeostomi persiapan yang dilakukan pasien itu apa ??

    Desember 16, 2008
  11. fitori #

    mkacih yaw dah bt blog ni ngebantuq bgt bt ngejain tgas biologi,,,,
    Mga cukcessss

    Maret 14, 2009
  12. zahra #

    klo askepnya gimana??boleh di buatkan g? lagi cari tugas ni.mkasie

    Mei 28, 2009
  13. che #

    apa nama alatan yang digunakan untuk pesakit bercakap semasa menggunakan trakeostomi

    September 18, 2009
  14. Merr #

    Bagus.. rinci.. labih baik lagi kalo ditambahin Gambar.. imajinasinya akan lebih nyata.. btw karya yang baik dan thanks dah membantu dengan tulisan ini..

    Oktober 12, 2009
  15. ivo panjaitan #

    thanks ya mas!!!!!!!!!!!!!
    tpi tlong gbr nya dunkz terutama jenis2 trakeostominya.

    Oktober 16, 2009
  16. SILMAR #

    ALLOW….MAS HARRY,MATURSUHUN SANGAT YA…..FOR MATERINYA.AQ JD TERBNTU STELAH Q BCA MATERINYA SAMPEAN.AQ JD NGERTI TTG TRAKEOSTOMI.OJO LALI YA…NTI KLO DPT ILMU, DIBGI2KN YA….MGO AMALNYA DIBERKATI.THANKS AGAIN.ANDY N DATUZ

    Desember 7, 2009
  17. Ruth #

    Terimakasih atas bantuan ilmunya :)

    Februari 2, 2010
  18. rayana #

    brp persen kegagalanx. .
    Yg dpt mengakibtkan kematian?
    Krn fakta x, adik sy meninggal stlah menjalani operasi tsb. .

    Agustus 13, 2010
  19. abdulaziez mufakhhir #

    Tinggal di tambahin gambar, jd yg baca lebih ngerti…

    Mei 3, 2011
  20. Yanti di ambon #

    Bang,info blognya bagus tp sy mau tnya pasien di lakukan tindkan trakeastomi trsbt awal masuk rumah sakit it dgn keluhan ap?dan sesudah pasca operasi pasien dlm keadan bgm?maksh sblmnya,sy tggu jwbnya..

    Mei 24, 2011
  21. Siska #

    Bang, aku mau tanya anak aku kan habis operasi trakeostomi kata dokter
    Penyembuhannya 4 hari saja dan bisa normal kembali tp sampai sekarang udah 2 bulan blom juga sembuh ya, normalnya berapa lama untuk penyembuhannya biar bisa ngomong dan bernapas normal, mohon di bantu yaa bang..

    Mei 27, 2011
  22. Anonymous #

    makasih seputar trakeostominya,karna sdh sangat membantu
    dlm mngrjakan tugas dari dozen

    September 22, 2012

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.475 pengikut lainnya.