SEMUA TENTANG SIRKUMSISI Bagian I

SEMUA TENTANG SIRKUMSISI Bagian I
Tujuan utama dari bersunat adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis yang masih ada kulit preputiumnya. Ketika bersunat, sebagian preputium yang menutupi jalan ke luar urin dibuang sehingga kemungkinan kotoran untuk menempel atau berkumpul di ujung penis jadi lebih kecil. Ini karena penis lebih mudah dibersihkan.
Sunat dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Dan, terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Pria yang disirkumsisi dapat melindungi wanita pasangannya hingga 30% dari infeksi HIV,temuan para ahli. Hal ini disebabkan karena struktur yang dihilangkan saat sirkumsisi. Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 300 pasangan di Uganda dimana prianya yang menyebabkan infeksi terhadap pasangan wanitanya. Hasil yang didapatkan menjelaskan sejumlah 299 wanita yang terinfeksi HIV berasal dari pasangan yang tidak disirkumsisi dan hanya 44 wanita yang terinfeksi berasal berasal dari pasangan yang telah disirkumsisi. Dan, yang paling menarik, selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet dan terkena iritasi, bersunat juga punya pengaruh terhadap kehidupan seksual laki-laki. Ia akan terhindar dari ejakulasi dini.
Di dalam dunia kedokteran, ada beberapa teknik menyunat:
• Cara kuno, menggunakan sebilah bambu tajam.
• Metode cincin yang dicetuskan oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dengan cara ujung kulit preputium dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulit preputium akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Proses sunat itu sendiri cukup singkat, sekitar 3-5 menit.

• Metode mangkuk dilakukan untuk balita atau anak yang memiliki pembuluh darah pada kulit preputium lebih kecil dari ukuran normal. Di sini, tidak dilakukan pemotongan kulit preputium. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng. Setelah itu, jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dari jaringan sehat. Metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.
electro cauter. Alat ini berfungsi untuk membakar pembuluh darah yang terpotong dengan cepat, sehingga perdarahan dapat diatasi dengan cepat. Alat ini terdiri dari dua jenis, yaitu bipolar dan monopolar. Pada tekniknya, alat ini hanya digunakan untuk hemostasis, sedangkan pemotongan prepusium terbaik digunakan memakai bistouri (pisau bedah). Alat ini lebih murah jika dibandingkan dengan laser CO2. Electo cauter ini sering disalah artikan oleh penduduk Indonesia sebagai sunat laser yang sesungguhnya.
Laser Sharpan SureTouch CO2, salah satu laser CO2 terbaik di dunia. Pembedahan menggunakan laser CO2 membuat perdarahan minimal, lebih singkat, penyembuhan lebih nyaman dan lebih cepat. Laser jenis inilah yang sebenarnya digunakan untuk khitan.
Pada prinsipnya, sirkumsisi adalah tindakan minor surgery dengan anesthesi lokal, termasuk pada neonatal. Ada dua model anesthesi lokal yang sering digunakan. Pertama dengan suntikan baik pada pangkal penis (DPNB) maupun preputium (ring-block). Kedua, menggunakan anesthesia topikal, biasanya berupa spray. Dalam literatur, metode suntikan lebih efektif, tetapi dalam praktek tergantung pada teknik sirkumsisi yang dipakai dan keterampilan dokternya. Rata-rata waktu yang diperlukan hanya sekitar 10-15 menit, selama tidak ada penyulit.
Beberapa hal yang diperhatikan paska sirkumsisi:
1. Perdarahan seharusnya segera berhenti. Bila perdarahan masih terus berlangsung, pastikan bahwa hanya proses alamiah dari pembekuan (pembentukan trombin-net) darah. Kadang keluar cairan tapi relatif bening, bukan lagi merah.
2. Bila terjadi pembengkakan berlebihan. Kadang terbentuk cairan jaringan di bekas luka, namun secara alamiah ini akan diserap tubuh.
3. Bila anak mengeluh nyeri sangat yang tidak bisa diatasi dengan pemberian analgetik, konsultasikan ke dokter. Mungkin terjadi masih ada pembuluh darah yang belum terligasi dengan sempurna, sehingga terjadi perdarahan di dalam dan menimbulkan nyeri.
Hampir semua komplikasi bersifat ringan. Berbagai laporan menyebut angka komplikasi akibat tindakan sirkumsisi sebesar 0,2 – 0,6%. Yang paling sering terjadi adalah perdarahan, kemungkinannya sekitar 0,1%, dan hampir semuanya bisa diatasi dengan tindakan lokal. Yang perlu perhatian, sampaikan sebelumnya bila ada tanda-tanda anak mengalami gangguan pembekuan darah. Misalnya perdarahan bila terluka tidak cepat berhenti, sering mimisan (epistaksis), bila sikat gigi mudah berdarah, bila bagian badan terbentur mudah terjadi lebam yang tidak cepat hilang atau sering timbul bintik-bintik perdarahan di bawah kulit. Karena bersifat minor, dengan prosedur yang steril luka paska operasi biasanya sembuh dengan cepat dan baik. Luka lebih baik segera dibiarkan terbuka, asal terjaga kebersihan dan gesekan dengan celana/kain popok (gunakan yang longgar). Rembesan urine yang biasanya menimbulkan nyeri dan risiko kontaminasi. Karena itu segera bersihkan dengan air hangat atau cairan antiseptik setiap kali selesai berkemih. (dari berbagai sumber)
wahyoe 01

Comments

comments