Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Pencapaian Program Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sukarami Palembang tahun 2004, 2005, 2006

Oleh:
Harry Wahyudhy Utama, S.Ked
Satih Komalasari, S.ked
Meita Ranika, S.Ked
Irma Yanti, S.Ked

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya ditandai dengan demam yang bersifat bifasik selama 2-7 hari, ptechia dan adanya manifestasi perdarahan.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.
Di Indonesia, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) dari 1 Januari -10 Agustus 2005 di seluruh Indonesia mencapai 38.635 orang, sebanyak 539 penderita diantaranya meninggal dunia. Menurut catatan Dinas Kesehatan Sumsel, jumlah kasus DBD di Sumsel sebanyak 286 kasus pada Januari, dan 159 kasus pada awal sampai pertengahan Februari 2005. Jumlah penderita sejak Januari 2005 mencapai 445 kasus. Palembang merupakan kota dengan jumlah penderita DBD terbanyak, yaitu 192 orang pada Januari, dan 57 orang pada Februari 2005.
Di Puskemas Sukarami didapatkan angka kejadian DBD pada tahun 2004 sebanyak 47 kasus, tahun 2005 sebanyak 57 kasus dan tahun 2006 sebanyak 57 kasus. Oleh karena itu, perlu tindak lanjut untuk menangani permasalahan ini sehingga angka penderita DBD dapat dikurangi.

II. Strategi, Kebijakan dan Pokok-pokok Kegiatan Program P2 DBD
II.1. Strategi:
A. Pemberdayaan Masyarakat
Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD merupakan kunci keberhasilan upaya pemeberantasan penyakit DBD. Untuk mendorong meningkatnya peran aktif masyarakat, maka upaya-upaya KIE, social marketing, advokasi dan berbagai penyuluhan dilaksanakan secara intensif dan berkesinambungan melalui berbagai media massa dan sarana.
B. Peningkatan Kemitraan Berwawasan Bebas Penyakit DBD
Peran sektor terkait sangat menentukan sekali dalam pemberantasan penyakit DBD. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi stakeholder baik sebagai mitra maupun pelaku merupakan langkah awal dalam menggalang, meningkatkan dan mewujudakan kemitraan. Jejaring kemitraan dilaksanakan melalui pertemuan berkala guna memadukan berbagai sumber daya masing-masing mitra. Pertemuan berkala dilaksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian program.
C. Peningkatan Profesionalisme Pengelola Program
Pengetahuan mengenai bionomic vektor, virologi, faktor perubahan iklim, penatalaksaan kasus harus dikuasai oleh pengelola program sebagai landasan dalam menyusun program pemberantasan DBD, sehingga diperlukan adanya peningkatan SDM misal : pelatihan, sekolah dan sebagainya.
D. Desentralisasi
Optimalisasi pendelegasian wewenang pengelolaan program kepada kabupaten/kota.
E. Pembangunan Berwawasan Kesehatan Lingkungan
Lingkungan hidup yang sehat akan mengurangi angka kesakitan penyakit DBD, sehingga diperlukan adanya peningkatan mutu dari lingkungan itu sendiri melalui orientasi, advokasi, sosialisasi tentang pemberantasan penyakit DBD yang berwawasan lingkungan kepada semua pihak terkait.

II.2. Kebijakan
a) Meningkatkan perilaku hidup sehat dan kemandirian terhadap P2 DBD
b) Meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap penyakit DBD
c) Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi program P2 DBD
d) Memantapkan kemitraan baik lintas sektor/program, LSM, organisasi profesional dan dunia usaha
II.3. Pokok-Pokok Kegiatan
§ Melakukan surveilans epidemiologi dimana dilakukan kewaspadaan dini penyakit DBD melalui kegiatan penemuan dan pelaporan penderita baik dari RS, Puskemas, Pemantauan Jentik Berkala.
§ Tatalaksana kasus
§ Pemberantasan vektor melalui program pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
§ Penanggulangan kejadian luar biasa (KLB)
§ Penggerakan peran serta masyarakat
§ Pelatihan guna meningkatkan SDM yang profesional terhadap petugas kesehatan, petugas laboratorium, pelaksana program, petugas lapangan penyemprot, dokter puskesmas, dokter swasta, dan dokter RS
§ Promosi DBD yaitu melalui penyuluhan media massa, pengadaan leaflet, poster dan seminar.

III. Rumusan Masalah
1. Bagaimana distribusi penderita DBD berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006 ?
2. Bagaimana distribusi penderita DBD berdasarkan penatalaksanaan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006?
3. Bagaimana distribusi penderita DBD berdasarkan umur di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006 ?
4. Bagaimana distribusi musim penyebaran DBD di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006?
5. Bagaimana pencapaian program P2DBD tentang ABJ, apakah telah mencapai angka ≥ 95% di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006 ?
6. Bagaimana pencapaian program P2DBD tentang abatisasi, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penyuluhan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006?

IV. Tujuan
1. Untuk mengetahui distribusi penderita DBD berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
2. Untuk mengetahui distribusi penderita DBD berdasarkan penatalaksanaan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
3. Untuk mengetahui distribusi penderita DBD berdasarkan umur di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
4. Untuk mengetahui distribusi musim penyebaran DBD di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
5. Untuk mengetahui pencapaian program P2DBD tentang ABJ, apakah telah mencapai angka ≥ 95% di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006.
6. Untuk mengetahui pencapaian program P2DBD tentang abatisasi, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penyuluhan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006

Lengkapnya dapat anda baca dan boleh didownload disini:
Pencapaian Program Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Tentang iklan-iklan ini
8 buah komentar Post a comment
  1. tulis sumber dr dbd dunk…

    Agustus 22, 2007
  2. Eni #

    minta buku referensinya dong…

    Oktober 8, 2008
  3. wiryan #

    apakah hal diatas sama dg Advokasi Penanggulangan Penyakit DBD?

    November 6, 2008
  4. elfira #

    boleh tahu sumber buku referensinya?

    Februari 4, 2009
  5. Tadi saya baru saja di datangi petugas yang bilangnya dari Koperasi Dinas Kesehatan di Lahat, memberikan 7 bungkus abate beserta kwitansi senilai duapuluh ribu rupiah tertulis April-Agustus untuk pembayaran ABT demi program PSN Pemberantasan Sarang Nyamuk.

    Bingung saya, akhirnya saya bayar saja.

    Apa memang ada program seperti ini?

    Kok, harga Abate mahal banget gitu ya?

    April 17, 2009
  6. OwowwW PenyebAb na geto tah

    Oktober 24, 2010
  7. rusmini_winda@yahoo.com #

    Action pembangunan go green jangan hanya teori………… agar angka kematian akibat DBD bsa ditekan

    Juni 21, 2011

Trackbacks & Pingbacks

  1. TATALAKSANA DEMAM BERDARAH PADA ANAK

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.848 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: